Direktur Utama Perumda Tugu Tirta Kota Malang, M Nor Muhlas. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
Direktur Utama Perumda Tugu Tirta Kota Malang, M Nor Muhlas. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Buntut dari keluhan warga Kota Malang terkait kondisi air Perumda Tugu Tirta atau PDAM Kota Malang berbau minyak dan keruh, langsung disigapi.

Pihak Perumda Tugu Tirta Kota Malang langsung melakukan identifikasi pencemaran bau minyak tersebut. Proses tersebut dilangsungkan sejak kemarin saat kejadian itu ramai diperbincangkan publik.

Baca Juga : Atasi Penurunan Debit Air, Perumdam Among Tirto Kota Batu Usulkan Pembatasan Izin Sumur Bor

Hasilnya, telah terjadi kontaminasi solar pada daerah pelayanan karena terjadi luapan di tangki harian BBM penggerak genzet yang berada di Sumber Air Wendit 3, pada Kamis (12/11/2020).

Tim saat itu juga melakukan proses tindak lanjut secara bertahap. Seperti, melakukan flushing dan mematikan valve pengaliran ke pelanggan agar air tidak dikonsumsi. 

Kemudian memberikan pemberitahuan ke pelanggan terdampak agar sementara tidak mengkonsumsi air karena terdapat potensi kontaminasi di daerah pelayanan yang berasal dari supply Sumber Wendit 3, dan mengumumkan untuk solusi bagi pelanggan terdampak agar mengajukan bantuan tangki PDAM. 

Pengurasan juga dilakukan pada jambang atau kolam pompa Sumber Air Wendit 3 yang berpotensi terjadinya kontaminasi yang mengalirkan air ke pelanggan, hingga pagi ini (Jumat, 13/11/2020) proses flushing terus dilakukan.

Selain itu, tim juga langsung melakukan inspeksi ke lokasi kejadian. Hingga malam harinya pada tanggal 12 November 2020 diadakan rapat koordinasi bersama jajaran direksi dan manager.

Investigasi marathon dengan petugas pelaksana atau operator, security dan semua petugas yang terkait di Sumber Wendit oleh Direksi dan Manajer Produksi langsung juga dilaksanakan di hari itu juga.

Direktur Utama Perumda Tugu Tirta Kota Malang, M Nor Muhlas menyampaikan proses flushing atau pengurasan hingga kondisi ari kembali normal tidak bisa diprediksi. Karenanya, hal itu terus dilakukan mengingat ada indikasi minyak atau solar tersebut menempel di bagian pipa.

"Kita tidak bisa memprediksi berapa harinya. Terus menerus dan kemudian kita uji sampai pada batas normal (kondisi airnya). Kami tidak bisa memprediksi, karena ini sesuatu yang bisa dilihat tetapi juga menggerogoti pipa ya. Minyak itu kan bisa saja menempel di dinding pipa," ujarnya.

Baca Juga : Bahaya! Dua Sumber di Kota Batu Ini Debit Airnya Turun

Disamping itu, pihaknya juga melakukan analisa laboratorium untuk memastikan kondisi air kembali ke normal termasuk pembersihan pipa. Sehingga saat didistribusikan kepada pelanggan sudah dipastikan aman dan tak berbau.

Langkah lainnya dijelaskan Muhlas, yakni dengan mencoba memisahkan minyak dengan asam sitrat. Cara ini disinyalir akan lebih cepat menetralkan kondisi air agar normal kembali.

"Nah untuk bisa mengetahui hal itu kita selalu melakukan uji lab, sehingga pada posisi normal. Lha pipa itu kita masih terus menerus membersihkan, karena khawatirnya di pipa itu di dindingnya itu terkena minyak. Kami terus berusaha secepatnya termasuk kami akan mencoba memisahkan air, minyak itu dengan asam sitrat. Karena itu bisa memisahkan dan mudah sekali agar air itu kembali netral," ungkapnya.

Lebih lanjut, pihaknya tetap mengimbau bagi warga Kota Malang untuk waspada memeriksa air ketika pendistribusian dan kondisi kembali normal. Sebab, masih besar kemungkinan bisa terjadi ada bau meskipun di pusat utama sumber telah bersih, mengingat minyak yang menempel di pipa-pipa penyalurnya.

"Nanti kalau misalkan kondisi sudah normal, kan kita juga tidam tahu karen air masuk ke jaringan-jaringan rumah. Yang mewaspadai itu yang punya rumah. Misalnya disini Jaringan distribusi sudah bersih, tapi di jaringan rumah atau sambungan rumah itu masih ada kan kita tidak tahu. Jadi kami harapkan masyarakat selalu mewaspadai dengan membau, dan lainnya dan segera melapor jika terjadi," tandasnya.