RUU Larangan Minuman Beralkohol: Peminum Terancam Bui 2 Tahun atau Denda Rp 50 Juta

Nov 12, 2020 14:54
Ilustrasi (Foto: Kurio)
Ilustrasi (Foto: Kurio)

MALANGTIMES - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) saat ini tengah membahas RUU Larangan Minuman Beralkohol. Dalam RUU itu disebutkan, bagi peminum akan mendapatkan sanksi pidana atau denda.

Sebagaimana draf RUU Larangan Minuman Beralkohol, sanksi pidana bagi peminum diatur dalam Pasal 20 yang berbunyi: "Setiap orang yang mengkonsumsi minuman beralkohol sebagaimana dimaksud dalam pasal 7 dipidana dengan pidana penjara paling sedikit (3) tiga bulan paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling sedikit Rp 10.000.000 (sepuluh juta) dan paling banyak Rp 50.000.000 (lima puluh juta rupiah)".

Baca Juga : Jadi Kurir Tiga Jenis Barang Haram, Pria Asal Sukun Ditangkap Polisi

Sementara pada Pasal 7 yang dimaksud di RUU tersebut berbunyi: "Setiap orang dilarang mengonsumsi minuman beralkohol golongan A, golongan B, golongan C, minuman beralkohol tradisional dan minuman beralkohol campuran atau racikan sebagaimana dimaksud dalam pasal 4".

Dan pasal 4 yang dimaksud adalah: 

"(1) Minuman beralkohol yang dilarang diklasifikasi berdasarkan golongan dan kadarnya sebagai berikut:

a. Minuman beralkohol golongan A adalah minuman beralkohol dengan kadar etanol lebih dari 1% (satu persen) sampai dengan 5% (lima persen);

b. Minuman beralkohol golongan B adalah minuman beralkohol dengan kadar etanol lebih dari 5% (lima persen) sampai dengan 20% (dua puluh persen); dan

C. Minuman beralkohol golongan C adalah minuman beralkohol dengan kadar etanol lebih dari 20% (dua puluh persen) sampai dengan 55% (lima puluh lima persen).

(2) Setiap minuman beralkohol berdasarkan golongan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dilarang minuman beralkohol yang meliputi:

a. Minuman beralkohol tradisional; dan

b. Minuman beralkohol campuran atau racikan".

Sebelumnya diketahui, jika usulan RUU tersebut adalah usulan dari beberapa anggota Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Usulan itu disampaikan dan diklaim dengan tujuan untuk melindungi masyarakat dari dampak negatif yang timbul dari minuman alkohol.  

"Serta menumbuhkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya minuman beralkohol. Selain itu, untuk menciptakan ketertiban dan ketentraman di masyarakat dari para peminum alkohol," ujar anggota Baleg DPR RI Fraksi PPP, Illiza Sa'aduddin Djamal.  

Baca Juga : Kajari Malang Minta Operasi Yustisi tidak Memberatkan Pelanggar

Namun hingga kini masih belum diputuskan bagaimana kelanjutan RUU tersebut dan masih dalam pertimbangan oleh DPR.

Topik
minuman alkoholruu minuman alkoholsanksi penjara dan denda

Berita Lainnya

Berita

Terbaru