Proyek RSI Unisma Nekat Tabrak Aturan (1)

Izin Tak Ada, Proyek RSI Unisma Lancar-Lancar Saja, Kok Bisa?

Nov 12, 2020 10:27
Infografis
Infografis

MALANGTIMES - Proyek pembangunan gedung lantai 9 Rumah Sakit Islam Universitas Islam Malang (RSI Unisma) memakan korban jiwa. Sebanyak 5 orang pekerja proyek di rumah sakit milik Yayasan Unisma Malang  ini meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan kerja pada Selasa (8/9/2020).

Insiden tersebut berdampak pada keberlangsungan kegiatan pembangunan gedung baru RSI yang beralamat di Jl MT Haryono, Kelurahan Dinoyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang ini. Kegiatan pembangunan dihentikan. Satreskrim Polresta Malang Kota memasang Police Line atau garis polisi di lokasi kejadian untuk keperluan penyelidikan.

Baca Juga : Bintang 3, Kebersihan Ubud Hotel Kurang, Swiss-Belinn dan Ibis Styles Disorot Soal Sarapan

 

Dalam penanganan kasus kecelakaan kerja ini, polisi juga telah menetapkan dua orang tersangka, yakni BW, kepala mandor, dan CA, Operator Lift. 

Rupanya, penghentian kegiatan selain untuk keperluan penyelidikan, juga dikarenakan ditemukan fakta pembangunan tidak memiliki izin. Mulai dari dari Izin Mendirikan Bangunan (IMB), Analasis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) dan Instalasi Pengolahan Air Lingkungan (IPAL). 

Namun, terhentinya pembangunan itu tidak berlangsung lama. Karena pada Kamis (1/10/2020), pelaksana proyek PT Dwi Ponggo Seto yang beralamat di Ponorogo ini kembali melakukan aktivitas pembangunan. Padahal, perizinan yang menjadi prasyarat boleh dilakukannya kegiatan pembangunan belum juga dikantongi.

Kok bisa demikian? Untuk mengetahui keganjilan yang terjadi, ikuti ulasan malangtimes.com yang disajikan berseri. Tim liputan malangtimes.com menyajikan fenomena yang terjadi dengan komplet. Mulai dari kenekatan Yayasan Unisma Malang membangun gedung meski menabrak aturan beserta alasannya. Kemudian ada juga suara dari pakar hukum pidana di Kota Malang, hingga prokontra atas kelanjutan proyek pembangunan tersebut. Ada pula kisah pilu keluarga korban meninggal dunia akibat kecelakaan kerja, maupun dari korban selamat. 

Pada liputan khusus (lipsus) berseri ini, malangtimes.com juga menyajikan adanya kelonggaran yang diberikan oleh Wali Kota Malang Sutiaji terhadap RSI Unisma. Sutiaji mempersilakan RSI Unisma melanjutkan kegiatan pembangunan, meskipun izin belum dikantongi. Kelonggaran ini rupanya mengejutkan wakil rakyat. 

Ketua DPRD Kota Malang I Made Riandiana Kartika bereaksi dan minta penegakan peraturan daerah dilakukan dengan tegak lurus tanpa pandang bulu. Dia bahkan minta dengan tegas kepada Satpol PP untuk proaktif dalam menjalankan tugasnya dalam menegakkan peraturan daerah. 

Baca Juga : Tamu Nilai Hotel Atria Tak Cocok Buat Staycation, The Balava dan The 1O1 OJ Kurang Bersih

 

Detailnya, ikuti ulasan selengkapnya hanya di malangtimes.com. Selamat membaca. (*)

Topik
Proyek RSI Unisma Nekat Tabrak AturanRSI UnismaUniversitas Islam Malangizin mendirikan bangunan

Berita Lainnya

Berita

Terbaru