Gerbang Madani Ungkap Alasan Masyarakat Lebih Memilih Paslon LaDub

Nov 11, 2020 15:39
Ketua Tim Divisi Teknis Gerbang Madani, Zikri Pramudya Alfarizi (baju biru) saat ditemui awak media usai memaparkan hasil door to door campaign, Senin (9/11/2020). (Foto: Tubagus Achmad/ MalangTIMES) 
Ketua Tim Divisi Teknis Gerbang Madani, Zikri Pramudya Alfarizi (baju biru) saat ditemui awak media usai memaparkan hasil door to door campaign, Senin (9/11/2020). (Foto: Tubagus Achmad/ MalangTIMES) 

MALANGTIMES - Relawan pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Malang nomor urut dua yakni Lathifah Shohib-Didik Budi Muljono (LaDub) bernama Gerbang Madani baru-baru ini telah merilis hasil door to door campaign merata di 33 kecamatan yang ada di Kabupaten Malang. 

Ternyata dari 96.600 KK yang telah dilakukan door to door campaign mulai tanggal 10 Oktober hingga 30 Oktober 2020, sebanyak 50,62 persen telah menyatakan dukungannya terhadap paslon LaDub. 


Sedangkan sebanyak 11,93 persen masyarakat telah memilih dua paslon lainnya (nomor satu dan nomor dua), serta sebanyak 37,46 persen belum menentukan pilihannya. 

Ketua Tim Divisi Teknis Gerbang Madani Zikri Pramudya Alfarizi mengatakan bahwa terdapat tiga alasan utama mengapa masyarakat lebih menentukan pilihannya kepada paslon LaDub. 

Pertama, terkait dukungan yang besar dari masyarakat Kabupaten Malang kepada paslon LaDub. Izzi -sapaan akrabnya- menuturkan bahwa hal ini dapat dilihat dari terbukanya masyarakat dalam menerima hadirnya paslon LaDub beserta program-programnya dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Malang 2020. 

"Masyarakat juga menyambut baik hadirnya sosok Bu Nyai Lathifah Shohib yang merupakan cucu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) dan kerabat dari Gus Dur yang saat ini sedang maju dalam Pilkada Kabupaten Malang 2020," jelasnya. 

Selain itu juga, dikatakan Izzi bahwa atribut dan media kampanye atau APK (Alat Peraga Kampanye) paslon nomor urut dua yakni LaDub paling banyak jumlahnya terpasang di desa-desa yang ada di Kabupaten Malang. 

"Tim paslon nomor urut dua LaDub banyak yang melakukan kegiatan canvassing atau kampanye door to door melalui berbagai organisasi, komunitas dan relawan," ujarnya. 

Alasan utama yang kedua yakni kampanye hadirnya sosok pemimpin baru yang akan memimpin Kabupaten Malang lima tahun mendatang. Di mana kampanye hadirnya pemimpin baru ini dikampanyekan oleh palson LaDub dan paslon perseorangan. 

"Buat masyarakat, pemimpin baru menimbulkan harapan baru. Afiliasi pemimpin baru-harapan baru terafiliasi kepada pasangan nomor dua yakni paslon LaDub," terangnya. 

Selain itu, pandemi Covid-19, menimbulkan efek yang besar untuk masyarakat Kabupaten Malang. Keadaan ini membuat kampanye pemimpin baru mendapatkan momentumnya. 

Serta beberapa kasus masa lalu yang menimpa pemimpin di Kabupaten Malang dikatakan Izzi juga menjadi sebab masyarakat mengiginkan perubahan dan pergantian pemimpin baru di Kabupaten Malang. 

Alasan yang ketiga yakni minimnya dukungan terhadap kedua paslon lainnya yakni paslon nomor urut satu dan nomor urut tiga. 

"Dukungan masyarakat terhadap paslon nomor satu dan tiga hanya sebesar 11,93 persen, sedangkan 37,46 persen menyatakan belum menentukan pilihannya," bebernya. 

Selain itu, pemimpin sebelumnya dikatakan Izzi berdasarkan hasil door to door campaign yang dilakukan oleh relawan Gerbang Madani belum bisa memperlihatkan kinerjanya secara maksimal kepada masyarakat. 

Terakhir yakni terkait kegiatan yang dilakukan oleh paslon selain LaDub juga memiliki dampak kecemburuan sosial antar masyarakat yang tidak diikutsertakan dalam kegiatan ataupun program yang dicanangkan paslon lainnya.

Topik
Pilkada Kabupaten Malangpaslon ladub

Berita Lainnya

Berita

Terbaru