Parasut Operasi Penumpasan PRRI Permesta Ada di Malang, Datang Saja ke Museum Ini

Nov 08, 2020 20:03
Mohammad Fariz saat menunjukkan parasut terjun payung berusia 50 tahun lebih pemberian pamannya. (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Mohammad Fariz saat menunjukkan parasut terjun payung berusia 50 tahun lebih pemberian pamannya. (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Sebuah parasut terjun payung bersejarah berusia 50 tahun lebih ada di Kota Malang. Parasut tersebut tersimpan di sebuah gudang museum bernama Museum Reenactor.

Ya parasut terjun payung berdiameter 15 meter tersebut  merupakan parasut yang pernah digunakan dalam operasi Jayawijaya dan operasi penumpasan PRRI Permesta.

Baca Juga : Kangen Engklek hingga Bangkiyak Raksasa, Bisa Datang ke Kampung Dolanan Kota Malang

Mohammad Fariz, salah satu pendiri Museum Reenactor, menjelaskan parasut tersebut didapatkan dari seorang pamannya yang merupakan bekas prajurit Banteng Raiders. Almarhum pamannya itu bernama Trimo dan berpangkat kopral.

"Ini pernah dipakai dalam penerjunan pembebasan operasi Jayawijaya. Ini umum sebenarnya, tapi ya itu pernah dipakai di Irian Barat (Papua) waktu itu," bebernya kepada media ini.

Selain  operasi di Jayawijaya, parasut ini juga pernah digunakan pamannya pada operasi di daerah Sulawesi dalam pemberantasan pemberontak PRRI Permesta.

"Pernah juga digunakan di operasi Permesta. Saat itu informasinya TNI banyak kehilangan personel. Di situ menurut paman saya, banyak kehilangan anggota karena ada sergapan saat di tenda," beber Fariz.

Kondisi parasut tersebut saat diperoleh dari pamannya masih dalam kondisi utuh pada 2004. Namun karena digunakan dalam kegiatan sosial seperti halnya tenda kegiatan masyarakat. Jadi, terdapat beberapa materi yang sedikit rusak.

"Kalau usia pastinya belum tahu. Tapi yang jelas lebih dari 50 tahun hingga saat ini. Ini didapat paman saya tahun 1978. Tapi digunakan paman saya itu mulai tahun 1962 sampai 1970. Tapi setelah pensiun sekitar tahun 1970-an, parasutnya digunakan untuk sosial, pelatihan," ungkap Fariz.

Baca Juga : Luar Biasa, Ini Amalan yang Bisa Menyembuhkan Segala Penyakit Ringan hingga Kronis

Warna parasut ini adalah orange. Parasut warna tersebut sebenarnya digunakan untuk melakukan latihan penerjunan.  Namun melihat fungsinya dan warna yang membantu agar tidak salah terjun ketika di hutan, parasut warna tersebut digunakan juga untuk operasi militer.

"Tipenya saya kurang paham.vgapi informasinya, parasut ini buatan Uni Soviet. Sekarang juga kondisinya sudah nggak tas parasut dan harnesnya juga sudah nggak ada," katanya.

Sementara itu, enjelang Hari Pahlawan, parasut tersebut direncanakan akan dipajang di Museum Reenactor sebagai koleksi baru bersama dengan koleksi baru lainnya seperti emblem kepangkatan dan encana serta seragam militer. "Nantinya akan kami tempatkan pada etalase khusus," pungkas Fariz.

Topik
Berita Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru