Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko saat menanam bibit sayur di Sawah Rojo Art Farming di Jalan Indragiri Desa Pesanggrahan, Kecamatan Batu, Minggu (8/11/2020). (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko saat menanam bibit sayur di Sawah Rojo Art Farming di Jalan Indragiri Desa Pesanggrahan, Kecamatan Batu, Minggu (8/11/2020). (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Di era new normal Covid-19 rupanya membuat masyarakat Kota Batu tidak ingin berdiam diri, kini mereka mulai melakukan perubahan perilaku untuk lebih sehat dan produktif. Yakni dengan menghadirkan ikon pertanian yang memadukan teknologi dan seni sebagai destinasi baru yang terletak di Desa Pesanggrahan, Kecamatan Batu.

Namanya adalah Sawah Rojo Art Farming berada di kawasan Desa Sumberejo, Kecamatan Batu. Pertanian tersebut pun langsung dilaunching oleh Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko dengan menanam beberapa bibit sayur di sana, Minggu (8/11/2020). Ia pun membagikan pengalamannya saat mengunjungi pengembangan pertanian organik di Furusato Desa Bumiaji, Kecamatan Bumiaji beberapa saat lalu.

Baca Juga : DPRD Jatim Berharap Gubernur tak Pelit Berikan Anggaran Pertanian

 

Dewanti meminta agar mereka berkolaborasi untuk mengembangkan pertaniannya. Sehingga Sawah Rojo bisa mengembangkan pertanian yang ramah  lingkungan layaknya di Jepang. 

“Seperti yang saya kunjungi beberapa hari yang lalu, di Furosato mengembangkan pertanian organik berstandar Jepang hasilnya tentu maksimal. Karena memang di sana menembus pasar international,” ucap Dewanti.

Founder Sawah Rojo, Herman Aga mengatakan, Sawah Rojo Art Farming merupakan manajemen pengelola lahan petani menawarkan kepada masyarakat dan wisatawan yang berkunjung ke Kota Batu untuk mengikuti kegiatan edukasi dan pengalaman bercocok tanam (Farming Education & Experiences). 

Contohnya seperti menanam bibit, merawat lahan hingga memanen hasil pertanian pada lahan hamparan seluas 4 ribu meter. Dengan manajemen menerapkan sistem membership atau sewa kelola lahan, yang menyuguhkan beragam paket ukuran lahan.

Mulai dari luas 50 meter persegi dengan harga sewa Rp 3 juta, luas 100 meter persegi harga sewa Rp 5 juta dengan masa sewa selama tiga bulan. Selama masa sewa itu sudah dihasilkan sayuran dan buah-buahan siap panen dan sepenuhnya adalah hak para member.

“Untuk waktu sewanya selama tiga bulan. Saat sewa, nanti konsumen langsung dapat hasilnya karena itu sudah jadi hak penyewa,” terangnya.

Baca Juga : Wali Kota Batu: Sanksi Berat Menanti Pelanggar Perwali Protokol Kesehatan

 

Dengan harga paket Sewa Kelola Lahan tersebut para member sudah mendapatkan fasilitas perawatan lahan selama tiga bulan. Tersedia 27 lebih varian tanaman seperti varian tomat, varian cabe, varian wortel, varian jagung, paprika, kacang panjang, terong ungu, okra, padi merah, kubis, pacoi, kailan, andewi, slada krop dan sebagainya.

Menurutnya konsep sewa kelola lahan ini sebagai alternatif solusi bagi permasalahan petani saat ini, di mana saat panen raya tiba, bisa dipastikan harga hasil pertanian anjlok. “Melalui program Sawah Rojo diharapkan ada kepastian bayar di muka dari para member yang menjadikan aktivitas berkebun sebagai rekreasi keluarga,” harap Herman.