Bus DAMRI (Istimewa).
Bus DAMRI (Istimewa).

MALANGTIMES - Polemik yang melibatkan bus wisata DAMRI dan sopir angkutan umum di Malang Raya nampaknya akan segera menemui titik baru. Karena dalam waktu dekat, tepatnya pada 16 November mendatang, manajemen DAMRI dan para sopir angkutan umum akan melakukan pertemuan.

General Manager DAMRI Malang Zuryani menyampaikan, pertemuan tersebut akan difasilitasi oleh Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur. Namun untuk waktu dan tempat pertemuan masih belum ditentukan kembali.

"Iya benar (akan ada pertemuan)," katanya.

Baca Juga : Pemkot Batu Pastikan Bus DAMRI Tak Akan Mengangkut dan Menurunkan di Luar Terminal

Pertemuan itu menindaklanjuti adanya perselisihan paham antara DAMRI dengan para sopir angkutan umum. Karena sebelumnya, para sopir angkutan umum di Malang sempat memprotes jalur perjalanan DAMRI dari Arjosari menuju Sendang Biru.

Ketua DPC Organisasi Angkutan Darat (Organda) Malang, Rudy H Soesamto menyampaikan, keberadaan Bus DAMRI sangat berdampak pada pendapatan sopir angkot. Selain itu, Organda juga belum pernah dilibatkan ataupun diajak komunikasi sebelum DAMRI dioperasikan.

"Para sopir di bawah ini resah," terangnya.

Sebelum DAMRI beroperasi, menurutnya pemerintah harus melakukan sosialisasi terlebih dulu kepada penyedia angkutan umum yang terlebih dulu eksis. Meskipun pada dasarnya keberadaan DAMRI memang memiliki tujuan yang baik.

"Tapi di sisi lain angkutan lain yang sudah ada ini berdampak, harusnya dipikirkan juga," imbuhnya.

Terlebih dalam kondisi pandemi covid-19 seperti sekarang. Di mana pendapatan para sopir angkot terus mengalami penurunan dan belum normal seperti sebelum pandemi. Terlebih DAMRI memberikan tarif yang sangat murah dengan kualitas yang sangat nyaman. Di antaranya seperti armada yang bagus dan dilengkapi dengan AC.

Baca Juga : Warga Malang Selatan Berharap Bus Damri Arjosari-Sendang Biru Beroperasi Kembali

Sebelumnya, General Manager DAMRI Malang Zuryani mengatakan, untuk sementara ini operasional Bus DAMRI di Malang dihentikan sementara waktu. Karena pihaknya menilai butuh ada mediasi dengan organisasi angkutan umum berkaitan dengan operasional Bus DAMRI tersebut.

"Memang ada perbedaan persepsi, dan kami terus berusaha untuk menyampaikan pengertian kepada masyarakat," jelasnya.

Perempuan berhijab itu menjelaskan jika sebelum DAMRI beroperasi di Malang Raya, pihaknya telah melakukan sosialisasi bersama Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur dan berbagai pihak terkait. Sosialisasi salah satunya juga dilakukan secara online, selain bertemu langsung.

Sejak awal, menurutnya Bus DAMRI dioperasikan untuk mendukung Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) di Malang Raya. Rute yang dibuat pun dengan tujuan beberapa destinasi wisata mulai dari Kota Batu, Kota Malang, dan Kabupaten Malang.

"Dan segmentasi kami sebenarnya juga berbeda. Karena ini untuk mendukung wisata nasional, juga untuk memudahkan masyarakat yang hendak berwisata. Apalagi memang banyak masyarakat yang terdampak secara finansial," katanya.