ALERTA! Inovasi Mahasiswa dari Kulit Apel untuk Hambat Pertumbuhan Covid-19

Nov 04, 2020 17:03
ALERTA (Apple Peel Wastes Dryer Using Electro-osotic Dewatering System and Ultrasound). (Foto: istimewa)
ALERTA (Apple Peel Wastes Dryer Using Electro-osotic Dewatering System and Ultrasound). (Foto: istimewa)

MALANGTIMES - ALERTA yang satu ini bukanlah Alerta yang biasa kita temukan di media sosial yang mengingatkan kita untuk waspada. Melainkan, inovasi dari sekelompok mahasiswa dari kulit apel yang bisa menghambat pertumbuhan virus SARS-CoV-2.

Sekelompok mahasiswa itu adalah Verianti Liana bersama keempat rekannya Putu Yunita Seliyanti, Fidiawati, Della Angelina dari Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (FTP UB) dan Muhammad Mahdi Firdausi dari Fakultas Teknik UB (FT UB).

Baca Juga : Jokowi Minta Perguruan Tinggi Tak Terjebak Rutinitas dan Buka Diri terhadap Paradigma Baru

Verianti mewakili tim menjelaskan, kulit apel mengandung quercetin yang dapat menghambat pertumbuhan virus SARS-CoV-2 dengan mengikat 3Cl-Protease yang berperan dalam aktivitas proteolitik virus ini.

"Selain itu, quercetin juga dapat berfungsi sebagai antioksidan, antikanker, antijamur, antiinflamasi, antimikroba, proteksi kardiovaskuler, dan antivirus," terangnya.

Terlebih, Malang terkenal dengan produksi apel yang didominasi Apel Manalagi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kabupaten Malang, jumlah apel tahun 2019 mencapai 140.617.300 kg.

Pada umumnya, apel hanya dikonsumsi langsung atau diolah menjadi keripik apel. Sementara industri keripik apel menghasilkan 2 ton kulit apel dan bonggolnya per hari dan hanya terbuang sia-sia sehingga mencemari lingkungan atau menjadi pakan ternak. Untuk itu, mereka memanfaatkan limbah ini agar tidak terbuang sia-sia.

Namun demikian, lanjutnya, kandungan bernama quercetin dalam kulit apel ini memiliki stabilitas yang rendah. Sehingga kualitasnya akan menurun apabila diolah dengan suhu tinggi seperti oven. Untuk itu, kata dia, diperlukan mesin pengeringan yang efektif dalam menjaga kadar quercetin pada limbah kulit apel Manalagi sebagai fortifikasi pangan kaya quercetin.

Oleh karena itu, di bawah bimbingan Joko Prasetyo STP MSi, mereka menginovasikan prototype ALERTA (Apple Peel Wastes Dryer Using Electro-osotic Dewatering System and Ultrasound).

"ALERTA merupakan prototype mesin pengering utama limbah kulit apel Manalagi menjadi fortifikasi pangan dengan sistem electroosmotic dewatering (tanpa menggunakan suhu tinggi) yang diinovasikan dengan gelombang ultrasonik untuk mempercepat pengeringan bubur kulit apel sehingga dapat menjaga kadar quercetin," paparnya.

Adapun, pengeringan sisa kadar air dilanjutkan dalam waktu yang singkat dengan tray dryer hingga menjadi bubuk kulit apel Manalagi sebagai fortifikasi pangan yang bermanfaat bagi kesehatan serta meningkatkan imunitas tubuh dalam menghadapi covid-19.

Baca Juga : 2021 Kemendikbud Gelontorkan Dana Lebih untuk Kampus yang Lakukan 8 Perubahan Ini

Ide ini telah mendapatkan bantuan dana dari Tanoto Student Research Award (TSRA) bidang Karsa Cipta. Verianti dan rekan timnya berharap agar ALERTA dapat menjadi solusi untuk merealisasikan SDGs poin ke-12 (Responsible Consumption and Production), meningkatkan added value untuk limbah kulit apel Manalagi, serta berperan dalam peningkatan kekebalan tubuh konsumen selama pandemi covid-19 ini.

 

 

 

 

 

Topik
inovasi mahasiswaMahasiswa UB

Berita Lainnya

Berita

Terbaru