Sampah yang dikeruk dari saluran drainase di samping warung Ayam Bawang Cak Per, nampak begitu menumpuk banyak (foto: DPUPRPKP for MalangTIMES)
Sampah yang dikeruk dari saluran drainase di samping warung Ayam Bawang Cak Per, nampak begitu menumpuk banyak (foto: DPUPRPKP for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Sampah lagi-lagi menjadi persoalan utama penyebab tersumbatnya saluran drainase di Kota Malang. Sebab dalam normalisasi, Satgas Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, kerap kali selalu menemukan sampah.

Seperti halnya temuan dari Satgas DPUPRPKP Kota Malang saat melakukan normalisasi saluran di kawasan Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Rabu (4/11/2020).

Baca Juga : Hampir Rampung, Pengelolaan Sampah Ramah Lingkungan di Supit Urang Ditarget Operasi 2021

Saat melakukan normalisasi pada lokasi kawasan Jalan Soekarno Hatta, tepatnya di samping warung Ayam Bawang Cak Per, lagi-lagi Satgas DPUPRPKP mengeruk berbagai macam jenis sampah plastik dari saluran air.

Sebelum dikeruk, dampak sampah yang menyumbat tersebut membuat aliran air tak bisa mengalir secara lancar. Akibatnya ketika hujan tiba, air meluber dan menggenang hingga ke badan jalan. Tak pelak hal itu mengganggu aktivitas masyarakat dan rentan untuk merusak aspal jalan.

Karenanya, agar hal tersebut tak terjadi  dengan bersusah payah, para personel Satgas DPUPRPKP Kota Malang berusaha mengeruk sedikit demi sedikit sampah yang menyumbat saluran air dengan menggunakan tongkat pengait.

Sampah yang terkumpul menumpuk begitu banyak. Bahkan, jika sampah-sampah tersebut diangkut dengan kendaraan bisa mencapai satu bak mobil pickup.

Kepala DPUPRPKP Kota Malang, Hadi Santoso mengungkapkan, jika perilaku masyarakat menjadi salah satu faktor penentu kualitas lingkungan. Sebab dengan fasilitas penunjang yang telah dibangun, jika tidak dibarengi kesadaran diri dan perilaku peduli terhadap lingkungan, maka hal tersebut akan percuma.

"Perilaku masyarakat pada akhirnya menjadi penentu kualitas lingkungan. Sebaik apa pun, sarana dan prasarana yang ada, apabila tidak ditopang dari perilaku ramah dan kepedulian kita terhadap lingkungan, ya percuma,” ungkapnya.

Baca Juga : Kelola Urban Farming Jadi Destinasi Wisata, Tim Pengmas HI Fisip UB Dampingi Warga Kembangkan Ecotourism

Karenanya, pihaknya mengajak agar masyarakat saat ini lebih sadar dan meningkatkan kepedulian kepada lingkungan. Sebab, jika di lingkungan sekitar, terlebih lagi pada saluran drainase, banyak terdapat tumpukan sampah, maka hal tersebut akan menjadi permasalahan serius.

Koordinator Satgas DPUPRPKP, Hari Widodo menambahkan, agar masyarakat hendaknya juga memperhatikan adanya sebuah bak kontrol pada saluran drainase di sekitarnya. Sebab, bak kontrol juga merupakan komponen penting dalam melakukan pemantauan kondisi saluran drainase dari sampah yang menyumbat.

"Fungsinya sangat vital. Makanya jangan dicor semua atas saluran drainase, berikan bak kontrol untuk memudahkan normalisasi, mengecek kondisi dari saluran," pungkasnya.