Gerakkan Ekonomi Riil melalui UMKM, LaDub Ajak Masyarakat Belanja ke Warung Tetangga

Nov 03, 2020 20:27
Calon bupati Malang nomor urut dua Lathifah Shohib saat bersama masyarakat dengan menunjukkan produk UMKM asli Kabupaten Malang. (Foto: Dok. Malang Bangkit) 
Calon bupati Malang nomor urut dua Lathifah Shohib saat bersama masyarakat dengan menunjukkan produk UMKM asli Kabupaten Malang. (Foto: Dok. Malang Bangkit) 

MALANGTIMES - Pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati Malang nomor urut dua, yakni Lathifah Shohib-Didik Budi Muljono (LaDub), terus menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat untuk membeli produk yang ada di warung tetangga. Hal ini falam rangka menggerakkan ekonomi riil masyarakat Kabupaten Malang yang berbasis pada UMKM (usaha mikro kecil menengah). 

Hal ini menunjukkan kepedulian paslon LaDub dan merupakan contoh sederhana yang dapat ditanamkan sejak dini. Tujuannya agar mindset masyarakat terbangun dalam gotong-royong menggerakkan kembali perekonomian riil masyarakat melalui UMKM. 

Calon bupati Malang Lathifah Shohib yang juga merupakan ketua Primer Koperasi Annisa Kota Malang mengatakan bahwa ajakan sederhana kepada masyarakat untuk membeli produk di warung tetangga akan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. 

"Sektor UMKM adalah sektor yang langsung berkaitan dengan ekonomi riil, ekonomi kerakyatan dan memang salah satu cara untuk bangkit secara ekonomi pasca-pandemi adalah dengan menggerakkan sektor ini," ungkapnya beberapa waktu lalu saat berkunjung ke kawasan Kecamatan Bantur. 

Lathifah yang telah berpengalaman dalam dunia perkoperasian sejak tahun 2002 hingga sekarang ini menjelaskan bahwa langkah awal yang dapat dilakukan untuk membantu sektor UMKM dengan memberikan bantuan permodalan serta alat usaha bagi pelaku bisnis UMKM tersebut. 

Terkait permodalan, perempuan yang merupakan cucu dari salah satu pendiri Nahdlatul Ulama (NU), yakni KH Bisri Syansuri, itu mengatakan bahwa hal tersebut bisa diberikan melalui subsidi maupun kerjasama dengan koperasi yang ada di Kabupaten Malang. 

"Karena lembaga keuangan ini (koperasi, red) sudah teruji pada saat krisis ekonomi pada tahun 1998. Semua lembaga keuangan mengalami kolaps. Namun koperasi masih tetap berdiri tegak karena menerapkan sistem gotong royong," ujarnya. 

Perempuan yang lebih akrab disapa Bu Nyai ini juga mengatakan bahwa solusi terkait mengandalkan koperasi bukan solusi yang asal-asalan. Sebab, di samping memang telah teruji pada saat krisis ekonomi, dirinya juga telah berpengalaman dalam dunia perkoperasian.  "Alhamdulilah saya juga lama menjadi pengurus Koperasi Annisa jadi memahami dunia koperasi," tuturnya. 

Setelah selesai di tahapan permodalan, Bu Nyak juga mengatakan bahwa terkait marketing atau pemasaran sangat penting untuk dilakukan.  Salah satu program yang dapat segera untuk dilakukan yakni membuat regulasi yang memperbolehkan produk-produk UMKM Kabupaten Malang dapat dipasarkan di gerai-gerai toko modern yang juga telah menjamur di wilayah Kabupaten Malang. Tentunya melalui kerja sama yang terjalin antara pelaku usaha UMKM dengan pihak toko modern. 

"Termasuk kita giatkan membeli di warung tetangga, agar roda perputaran uang bisa jalan. Saya ambil contoh anggota Fatayat dan Muslimat jumlahnya ribuan. Jika satu produk keripik tempe bisa dipasarkan ke kalangan ibu-ibu, maka sudah terjual ribuan. Nah skema-skema seperti ini sudah kami peta kan dengan baik," jelasnya. 

Selain dua hal tersebut, Bu Nyai menuturkan bahwa pelatihan pengelolaan keuangan terhadap pelaku-pelaku UMKM yang ada di Kabupaten Malang juga merupakan hal yang penting untuk dilakukan. 

"Pola pikirnya harus diubah. Kalau kemarin hanya disuruh produksi dan produksi, tapi kedepan pemerintah harus memikirkan bagaimana produk UMKM bisa terpasarkan dengan baik. Termasuk juga bagaimana pendampingan manajemen keuangan UMKM," tutupnya.

Topik
bakal pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Malang Pilkada Kabupaten Malang Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) ladub Nahdlatul Ulama

Berita Lainnya

Berita

Terbaru