Bus DAMRI Malang-Sendangbiru Berhenti Sementara, Disparbud Berencana Pindah Titik Berangkat

Nov 01, 2020 20:21
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang, Made Arya Wedhantara saat ditemui awak media di Bakorwil Makang, Minggu (1/11/2020). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes) 
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang, Made Arya Wedhantara saat ditemui awak media di Bakorwil Makang, Minggu (1/11/2020). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes) 

MALANGTIMES - Pengoperasian bus DAMRI Malang-Sendangbiru via Balekambang telah berhenti sementara sejak hari Jumat (30/10/2020) lalu, karena adanya protes dari sopir angkutan umum. Mereka mengklaim keberadaan bus Damri itu mengganggu trayek dan mengurangi pendapatan sopir angkutan umum. 

Terkait berhentinya sementara bus DAMRI Malang-Sendangbiru yang berangkat dari Terminal Arjosari, Kota Malang, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang Made Arya Wedhantara, mengatakan, bahwa akan ada rencana pemindahan titik keberangkatan.  

Baca Juga : Libur Panjang, Cantiknya Pantai CMC Tiga Warna di Malang Bisa Jadi Pilihan

 

"Saya akan berkoordinasi dengan Bu Zuryani (General Manager DAMRI Malang) gimana enaknya. Apakah akan mindah titik berangkat, tidak harus di Arjosari. Bisa juga di alun-alun atau di Kepanjen," ungkapnya ketika ditemui awak media di Bakorwil Malang, Minggu (1/11/2020). 

Karena adanya operasional bus DAMRI Malang-Sendangbiru dengan biaya yang sangat murah yakni Rp 50.000 untuk pulang pergi per orangnya, memberikan dampak positif kepada masyarakat yang tidak memiliki kendaraan untuk ke Pantai Sendangbiru maupun Pantai Balekambang. 

"Itu salah satu bentuk bantuan dari pemerintah pusat kepada pariwisata di daerah. Prinsipnya mereka akan membantu percepatan masyarakat yang akan ke pantai," ujarnya. 

Pria yang juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Malang ini juga mengungkapkan, bahwa di tengah kondisi pandemi Covid-19 akan mengurangi pengeluaran biaya masyarakat yang ingin berwisata ke Pantai Sendangbiru maupun Pantai Balekambang. 

"Perekonomian masyarakat di tengah covid ini dengan penyediaan bus DAMRI juga sangat terbantu. Karena masyarakat tidak perlu menyewa mobil untuk menuju pantai. Cukup naik bis saja bisa ke pantai," jelasnya. 

Terlebih lagi jika dikatakan operasional bus DAMRI mengganggu trayek angkutan umum, Made mengatakan, bahwa Bus DAMRI Malang-Sendangbiru merupakan Bus Pariwisata. Artinya, tidak akan berhenti di tengah perjalanan untuk mengangkut penumpang baru. 

Baca Juga : Genjot Perekonomian, Kampung Topeng Jadi Alternatif Wisata Kota Malang di Tengah Pandemi

 

"Itu kan namanya bus pariwisata, dia tidak boleh mengangkut penumpang di jalan. Dari Arjosari langsung ke Balekambang, tidak berhenti di tengah jalan. Justru masyarakat respek dengan adanya bus Damri tersebut," terangnya. 

Sementara itu, terkait operasional-nya, sejak 15 Oktober 2020 meskipun hanya menggunakan dua unit bus, telah memberikan efek dalam dunia kepariwisataan di Kabupaten Malang. 

"Banyak juga masyarakat yang berkomentar ataupun nge-vlog dengan adanya bus DAMRI ini sangat membantu mereka," ujarnya. 

Made pun berharap agar ke depan gelombang protes dari pemilik angkutan umum dapat mereda dan masyarakat dapat menikmati jalur trayek Bus DAMRI Malang-Sendangbiru via Balekambang yang setiap orang dikenakan biaya Rp 50.000 untuk berangkat dan pulangnya. 

Topik
bus damribus pariwisatabus damri malang sendangbiruDisparbud Kabupaten Malangberita pariwisata kabupaten malang
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru