Hampir Rampung, Pengelolaan Sampah Ramah Lingkungan di Supit Urang Ditarget Operasi 2021

Oct 31, 2020 14:56
Kondisi TPA Supit Urang (Dokumentasi MalangTIMES).
Kondisi TPA Supit Urang (Dokumentasi MalangTIMES).

MALANGTIMES - Pembangunan sanitary landfill di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Supit Urang, Kota Malang, terus berproses. Sistem pengelolaan sampah yang ramah lingkungan itu ditargetkan sudah bisa dimanfaatkan dan beroperasi penuh pada 2021 mendatang.

Kabid Kesampahan dan Limbah P3 Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang Joao M.G De Carvalho menyampaikan, proyek yang dikerjakan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tersebut saat ini masih berlangsung. Jika selesai, maka pengelolaan sampah menggunakan sanitary landfill bisa dilakukan mulai tahun depan.

Baca Juga : Libur Panjang, Sampah di Kota Malang Diprediksi Sama seperti Hari Biasa

"Kalau selesai, operasi tahun depan. Itu lahannya sekitar 15 hektare dan usianya diperkirakan enam sampai tujuh tahun," terangnya.

Keberadaan sanitary landfill itu diharapkan mampu mengolah sampah dengan lebih ramah lingkungan. Apalagi, jumlah sampah yang diangkut setiap harinya ke TPA Supit Urang cukup banyak dan tak berkurang signifikan. Dalam satu hari, setidaknya ada 490 ton sampah yang dibawa ke TPA Supit Urang.

Selain sanitary landfill, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang juga terus berusaha menekan jumlah sampah untuk bisa sampai ke TPA. Salah satunya dengan mengedukasi masyarakat untuk memilah sampah sejak dari rumah. Sehingga, sampah yang bisa didaur ulang bisa disendirikan.

Selain itu, masing-masing perangkat daerah dan tempat pembuangan sementara (TPS) saat ini juga sudah memiliki rumah kompos. Tujuannya untuk mengurangi jumlah sampah hingga ke TPA sehingga usia TPA bisa lebih diperpanjang lagi.

Sementara, ketika disinggung kebutuhan lahan TPA baru, Joao menyebut penambahan TPA pada dasarnya tetap dibutuhkan. Sebab, jumlah masyarakat di Kota Malang setiap hari juga terus bertambah. Jadi, konsumsi masyarakat dan produksi sampah juga turut bertambah.

Baca Juga : Susah Diurai, 20 Persen Komposisi Sampah di Kabupaten Malang Berupa Plastik

"Penambahan lahan itu kan juga harus berproses dan lokasinya tidak bisa yang berdekatan dengan pemukiman warga," kata Joao.

Sebagai informasi, total lahan TPA Supit Urang sendiri mencapai 34,3 hektare. TPA Supit Urang merupakan satu-satunya TPA untuk mengolah sekitar 490 ton sampah yang diangkut setiap hari. Lahan yang terbatas itu pun diharapkan menjadi perhatian masyarakat untuk turut mengurangi produksi sampah di Kota Malang. 

Topik
Tempat Pembuangan AkhirTPA Supit UrangKota MalangLingkungan HidupDinas Lingkungan Hidup

Berita Lainnya

Berita

Terbaru