Paslon SanDi (Sanusi-Didik Gatot Subroto) nomor urut 1 (berdiri) saat menjabarkan visi dan misi yang mereka usung dalam kontestasi Pilkada Kabupaten Malang (Foto : Tubagus Achmad / MalangTIMES)
Paslon SanDi (Sanusi-Didik Gatot Subroto) nomor urut 1 (berdiri) saat menjabarkan visi dan misi yang mereka usung dalam kontestasi Pilkada Kabupaten Malang (Foto : Tubagus Achmad / MalangTIMES)

MALANGTIMES - Dalam sesi pembukaan debat publik, ketiga paslon (pasangan calon) Bupati dan Wakil Bupati Malang saling memamerkan visi dan misi yang mereka usung. Termasuk paslon SanDi (Sanusi-Didik Gatot Subroto) nomor urut 1.

Di hadapan para panelis dan pemirsa yang menyaksikan debat publik secara langsung, Calon Bupati Malang, Sanusi mengaku jika Visi yang mereka usung akan difokuskan untuk mewujudkan Malang Makmur.

Baca Juga : Waktu Debat 2 Jam, Sam HC Sebut Debat Perdana Seperti Cerdas Cermat

”Visi yang kami usung adalah terwujudnya Kabupaten Malang yang Makmur, Bersatu, Berdaulat, Mandiri, Sejahtera dan Berkepribadian dengan Semangat Gotong Royong berdasarkan Pancasila dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia yang Bhinneka Tunggal Ika,” tegas Sanusi.

Menurut Sanusi, konsep menuju Malang Makmur tersebut sangat cocok jika dilakukan langsung oleh Arema, alias arek asli Malang. Alasannya sederhana, jika pejabat pemerintahan berasal dari asli Malang, maka dipastikan tidak terlalu butuh adaptasi lama dan mengetahui potensi apa yang bisa dimaksimalkan.

”Kami dari paslon SanDi ini asli Kabupaten Malang, saya dari Kecamatan Gondanglegi dan Wakil Bupati kami dari Kecamatan Singosari,” ungkap Sanusi.

Di saat bersamaan, Wakil Bupati Malang Didik Gatot Subroto mengaku jika misi yang dicanangkan paslon SanDi untuk mewujudkan visi mereka adalah, dengan merealisasikan panca cita.

”Kami menyebut misi kami sebagai panca cita, yang pertama adalah mewujudkan kesejahteraan rakyat dan membangun sumber daya manusia unggul,” ungkap Didik sesaat sebelum waktu yang disediakan oleh moderator berakhir.

Meski demikian, dalam kesempatan yang berbeda, beberapa waktu lalu Didik mengaku jika panca cita yang kedua adalah mewujudkan iklim demokratis dan agamis. ”Misi kami yang kedua adalah mewujudkan iklim kehidupan demokratis, tertib, dan agamis . Tentunya yang berlandaskan pada falsafah Pancasila,” ungkapnya.

Baca Juga : Ini Sembilan Akademisi Perumus Materi Debat Pilkada Kabupaten Malang 2020

Lanjut, untuk panca cita poin ketiga, lanjut Didik, meliputi terbentuknya pelayanan publik dan pembangunan yang merata ditingkat desa. ”Misi kami ketiga adalah mewujudkan inovasi pelayanan publik dan pembangunan kemandirian desa,” sambungnya.

Terakhir, Didik mengaku jika target selanjutnya yang ditawarkan pada panca cita tersebut adalah, mewujudkan keluarga bahagia, mandiri dan sejahtera. ”Caranya dengan memperluas pemanfaatan potensi lingkungan hidup, pariwisata, seni budaya, industri kreatif dan investasi pembangunan berkelanjutan. Dengan begitu kesejahteraan di Kabupaten Malang dapat terwujud,” pungkasnya.

Sebagai informasi, sampai dengan berita ini ditulis debat publik Pilkada Kabupaten Malang, masih terus berlangsung. Terpantau ketiga kandidat saling melempar pertanyaan dan saling menjawab pertanyaan yang diajukan kepada masing-masing paslon.