Paslon Bupati dan Wakil Bupati Malang, Lathifah Shohib-Didik Budi Muljono (LaDub) saat menunjukkan nomor urut dua ketika pengundian nomor urut. (Foto: Dok. Malang Bangkit) 
Paslon Bupati dan Wakil Bupati Malang, Lathifah Shohib-Didik Budi Muljono (LaDub) saat menunjukkan nomor urut dua ketika pengundian nomor urut. (Foto: Dok. Malang Bangkit) 

MALANGTIMES - Menjelang pelaksanaan debat publik perdana dalam rangka adu gagasan ketiga pasangan calon (paslon), Malang Jejeg melayangkan protes. 

Bagaimana dengan paslon nomor urut tiga yakni Lathifah Shohib-Didik Budi Muljono (LaDub) terkait hal itu?

Baca Juga : Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat, Paslon SanDi Siapkan Program Kate Mimik

Ditemui dalam suatu acara, paslon LaDub menyampaikan sikapnya. Yakni, menghormati keputusan KPU (Komisi Pemilihan Umum) Kabupaten Malang terkait panelis debat perdana. 

Melalui juru bicara media center paslon LaDub, Anas Muttaqin mengatakan, pihaknya mengaku positive thinking terkait penetapan kesembilan panelis yang telah melalui proses seleksi oleh KPU Kabupaten Malang. 

"Kita positive thingking saja. Paslon Ladub sangat menghargai, karena kami yakin para panelis terpilih adalah mereka yang memilki pengetahuan yang cukup luas sesuai kapasitas masing-masing," ungkapnya kepada awak media, Jumat (30/10/2020). 

Pihaknya sangat menghargai latar belakang dari kesembilan panelis debat publik perdana yang telah teruji dengan berbagai pengalaman dalam dunia akademis serta integritasnya yang cukup mumpuni dalam menyusun pertanyaan bagi ketiga paslon. 

"Paslon Ladub juga sangat menghargai ranah akademis dan integritas para panelis yang nanti akan memberikan pertanyaan dalam debat pertama," ujarnya. 

Meskipun beberapa waktu terdapat salah satu paslon yang melakukan protes terkait sebagian besar panelis yang dianggap tidak kompeten di bidangnya, Anas mengatakan, bahwa pihaknya mempercayai integritas KPU Kabupaten Malang dalam memutuskan kesembilan nama panelis tersebut. 

"Soal panelis, kami percaya pada integritas KPU dan proses seleksi yang telah dilakukan KPU," terangnya. 

Karena dikatakan Anas, bahwa semua pihak sama-sama yakin, baik dari ketiga paslon maupun dari pihak penyelenggara pilkada menginginkan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Malang 2020 yang berkualitas. 

Baca Juga : Curhat Pengusaha Rumahan: Optimalkan Bantuan Hulu-Hilir

Sementara itu, terkait persiapan paslon LaDub dalam menghadapi debat publik perdana yang mengusung tema 'Kesejahteraan Rakyat', disampaikan Anas bahwa paslon LaDub tidak mempersiapkan hal-hal khusus. 

Hanya saja yang dilakukan paslon LaDub bersama tim pemenangan yakni melakukan pendalaman materi visi, misi dan program yang berhubungan dengan materi debat publik perdana. 

"Persiapan khusus tidak ada. Karena dalam setiap kampanye Bu Nyai dan Pak Didik selalu sampaikan soal visi, misi dan program termasuk yang berkaitan dengan materi debat," jelasnya. 

Melalui Anas, pihak paslon LaDub berharap, agar segala macam proses tahapan Pilkada Kabupaten Malang 2020 dapat berjalan dengan lancar, baik serta menghasilkan 'pertarungan' yang berkualitas antar ketiga paslon. 

"InsyaAllah malam ini kami sudah siap untuk debat paslon pertama dan menyampaikan visi dan misi kami kepada masyarakat Kabupaten Malang. Mohon doanya," pungkasnya.