Pengelolaan sampah di Kota Malang. (Dokumentasi MalangTIMES).
Pengelolaan sampah di Kota Malang. (Dokumentasi MalangTIMES).

MALANGTIMES - Sebagai kota tujuan wisata, Kota Malang dibanjiri warga luar daerah saat libur panjang. Momen itu biasanya berimbas pada naiknya volume sampah.

Namun, untuk momen libur panjang saat ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang memprediksi jumlah sampah tidak akan bertambah signifikan dibanding volume sampah harian. Pasalnya, saat pandemi covid-19, masyarakat masih condong memilih kegiatan di lingkungan masing-masing. Meskipun memang ada yang melaksanakan aktivitas di luar, jumlahnya tak banyak.

Baca Juga : Susah Diurai, 20 Persen Komposisi Sampah di Kabupaten Malang Berupa Plastik

Kabid Kesampahan dan Limbah P3 Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang Joao M.G De Carvalho menyampaikan, volume sampah yang diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Supit Urang setiap hari mencapai 490 ton. Rata-rata merupakan sampah rumah tangga yang dibawa dari tempat pembuangan sementara (TPS).

"Dan selama pandemi ini, jumlah sampah tak berkurang. Masih hampir sama seperti hari biasa karena konsumsi masyarakat pada dasarnya juga tetap sama," kata dia.

Jaoa menjelaskan, selama pandemi covid-19 ini, jumlah sampah di jalanan memang berkurang signifikan. Hal itu diyakini akan berlaku sama selama libur panjang. Sebab, beberapa tempat yang dulunya selalu ramai dikunjungi masyarakat saat libur panjang saat ini juga masih belum beroperasi. Di antaranya Alun-Alun Kota Malang, Alun-Alun Tugu, hingga kawasan Jl Trunojoyo.

Beberapa titik itu memang selalu ramai saat libur panjang. Untuk titik yang padat dan ramai tersebut, biasanya sampah yang terkumpul mencapai hampir 10 ton saat ada agenda liburan.

"Saat pergantian tahun misalnya, itu jumlah sampah biasanya banyak. Tapi kalau tahun kemarin itu sekitar lima ton. Dan saat libur panjang ini sampah di jalanan kemungkinan masih di angka lima ton itu," jelasnya.

Baca Juga : Efek La Nina: Badai Debu, Pohon Tumbang, hingga Banjir Rawan Terjadi di Kota Batu

Volume sampah yang sangat besar per harinya itu diharapkan bisa lebih ditekan lagi. Masyarakat diharapkan turut serta dalam mengurangi sampah rumah tangga. Salah satunya juga dengan memisahkan sampah sejak dari rumah. Sehingga, sampah yang dapat diolah bisa dimaksimalkan lagi dan tidak sampai ke TPA.

Terlebih usia TPA Supit Urang untuk mengelola sampah menggunakan sanitary landfill kemungkinan bisa selama enam sampai tujuh tahun ke depan. Sehingga, masyarakat memang harus didorong untuk terus mengurangi volume sampah setiap hari.