Wakil Presiden Prof Dr KH Ma'ruf Amin saat teleconference dari Jakarta. / foto Muklas JatimTimes
Wakil Presiden Prof Dr KH Ma'ruf Amin saat teleconference dari Jakarta. / foto Muklas JatimTimes

MALANGTIMES - Wapres KH Ma'ruf Amin meminta Muslimat NU berperan aktif mencegah penyebaran virus covid-19. 

Hal itu diungkapkan wapres saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Muslimat NU di Singhasari Resort Kota Batu, Kamis 29 Oktober 2020. Ma'ruf membuka rakernas dan mukernas itu melalui teleconference dari Jakarta.

Baca Juga : Kabar Duka, Ibunda Ketua PWNU Jatim KH. Marzuki Mustamar Meninggal Dunia

Dalam amanatnya, Ma'ruf mengaskan bahwa dalam perjalanannya, Muslimat NU tumbuh dan berkembang pesat di tanah air. Dan, sekarang ada 32 juta orang muslimat NU tersebar. Keberadaan mereka sangat aktif di panggung ekonomi, politik, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat.

"Peran Muslimat NU adalah memotivasi, mengedukasi, kampanyekan kesehatan. Dan mengedepankan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19," ujar Ma'ruf.

Pria yang lahir pada 11 Maret 1943 itu menekankan pentingnya peran aktif Muslimat NU untuk memadukan  program pemerintah RI. Sebab,  Muslimat NU bisa menjadi kader strategis dalam memberdayakan umat karena  keberadaan Muslimat Nu tersebar menyeluruh se-Nusantara.

Wapres juga menyebut upaya lain keberadaan Muslimat NU untuk mendeteksi dan mencegah paham radikalisme agar tidak tumbuh secara masif di tengah-tengah masyarakat. Untuk itu, Muslimat harus memberikan edukasi kepada generasi muda dari  lingkup rumah tangga, lingkungan hingga kader tiap desa.

"Muslimat NU ini bisa jadi mitra strategis negara karena kontribusinya nyata. Bisa dilihat kaum perempuan terbanyak. Rekam jejaknya bagus sebagai modal sosial mencegah paham radikalisme. Tugas yang diemban terus menguatkan jaringan dan organisasi-organisasinya. Muslimat juga mengupayakan peningkatan SDM," tandas pengarang buku Fatwa dalam Hukum Islam tersebuf.

Hadir dalam acara ini,  Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muslimat NU yang juga Gubernur Jatim Hj Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak.

Kemudian, juga terlihat Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko, Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko, Pjs Bupati Malang Sjaichul Ghulam, serta para peserta anggota Muslimat dari seluruh Nusantara. Antara lain dari Daerah istimewa Yogyakarta, Bandung, Banten, Lampung, Riua, Kalimantan, dan Nusa Tenggara.

Ketua Umum PBNU Prof Dr KH Said Aqil Siradj MA (sebelah kanan pembaca) di saat sesi telekonferensi Rakernas & Mukernas Muslimat 2020/ foto Muklas JatimTimes

 Sementara, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj menambahkan bahwa Muslimat NU bisa berperan aktif di segala sektor dan lini. Mulai berperan jadi seorang prajurit, jenderal, pengusaha, ahli politik, pembisnis, dan menjadi negarawan.

Walikota Batu Dewanti Rumpoko memberikan cindera mata kepada Ketua Umum Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa/ foto Muklas JatimTimes

" Tapi harus berkomitmen dalam hati, berahklak karimah.  Sebab, Islam bukan saja akidah, tapi agama hadarah," urai ulusan Universitas Umm Al- Qura itu.

Said Agil menjelaskan, ke depan ada tugas untuk muslimat NU. Yaitu, diupayakan lebih profesional. Itu artinya, Muslimat berperan dengan kapasitasnya. Sebab, bila tidak sesuai dengan keilmuan, bisa kacau dalam memimpin masa depan.

Selain itu, Muslimat diusahakan punya manajemen terbuka dan andal. Sebab, bila tidak dimanajemen bagus, seribu program kebaikan bisa dikalahkan dengan satu kejahatan. Dan, peran lain adalah membuka jaringan seluas-luasnya dan selebar-lebarnya. Bahkan, kalau bisa, Muslimat perlu membuat jaringan dengan non-muslim dan jaringan luar negeri.

Baca Juga : Sebut Bukan Diretas, Cabup Sanusi Klarifikasi Nomor HP yang Kirim Pesan Kasar

"Buat program kerja sama yang luas. Baik dalam negeri, luar negeri maupun dengan non-muslim. Dan harus punya karakter berani bertanggung jawab," tandas Said Aqil.

Pembukaan acara dimulai dengan bacaan Surat Alfatihah. Dan Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko di sela-sela acara memberikan sebuah cenderamata berwajah Gus Dur (mantan Ketua Umum PBNU dan Presiden RI KH Abdurrahman Wahid) kepada Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa.