Calon Bupati Malang, Lathifah Shohib saat menyapa pedagang di salah satu pasar tradisional di Kabupaten Malang. (Foto: Dok. Malang Bangkit)
Calon Bupati Malang, Lathifah Shohib saat menyapa pedagang di salah satu pasar tradisional di Kabupaten Malang. (Foto: Dok. Malang Bangkit)

MALANGTIMES - Debat perdana dengan tema 'Kesejahteraan Rakyat' pada tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Malang 2020 bakal segera digelar. Pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Malang nomor urut dua, Lathifah Shohib-Didik Budi Muljono (LaDub) akan fokus pada dua hal, yakni pendidikan dan pengembangan UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah). 

Ketua Tim Malang Bangkit untuk pemenangan paslon LaDub, Ali Ahmad mengatakan bahwa untuk persiapan debat perdana, paslon LaDub akan lebih memantapkan program-program yang berkaitan dengan tema. 

Baca Juga : Tokoh NU Dukung Paslon SanDi untuk Wujudkan Malang Santri

"Tentunya yang ada di visi misi. Jadi dipersiapkan terutama Kabupaten Malang ini ke depan pendidikan yang harus di tingkatkan kualitasnya," ungkapnya ketika ditemui awak media di Kantor Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Kabupaten Malang, Rabu (28/10/2020). 

Kualitas dalam pendidikan tersebut disampaikan oleh Gus Ali -sapaan akrabnya- bahwa mulai dari murid SD (sekolah dasar), SMP (sekolah menengah pertama) dan SMA (sekolah menengah atas) hingga para mahasiswa yang berkuliah di kampus-kampus yang ada di Kabupaten Malang.

Selain pendidikan yang menjadi fokus utama dalam visi dan misi serta program paslon LaDub terkait tema debat 'Kesejahteraan Rakyat', Gus Ali menuturkan bahwa juga terdapat fokus lain yang berkaitan yakni pengembangan UMKM di Kabupaten Malang.

"Kami berharap UMKM itu juga sinergitas paling tidak dengan lembaga yang bisa memfasilitasi sampai bisa ekspor. Jadi nggak UMKM aja, tapi di fasilitasi pelatihannya, pendanaannya juga penjualannya. Itu sebagian dari persiapan debat," jelasnya.

Pria yang merupakan anggota Komisi XI DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) RI ini mengatakan bahwa paslon LaDub memiliki target khususnya pada pengembangan UMKM agar dapat naik kelas hingga tembus pasar ekspor.

"Kalau di UMKM kami ingin targetnya dari yang hari ini menjadi kenaikan kelas. Jadi bukan hanya sekedar penjualannya ritel-ritel begitu, tapi harus bisa sampai tembus pasar ekspor, itu yang paling penting," jelasnya.

Baca Juga : Panelis Debat Perdana Disebut Tak Kompeten, KPU Angkat Suara

Keseriusan dalam pengembangan UMKM juga tertera dalam program unggulan paslon LaDub yakni membangkitkan peran perempuan dan pemuda yang mandiri, terampil, profesional, serta memiliki peran aktif dalam pengembangan ekonomi digital.

Pada program tersebut paslon LaDub jika diamanahi sebagai pemimpin di Kabupaten Malang akan komitmen memberikan ruang-ruang bagi perempuan dan pemuda untuk pengembangan ekonomi digital dengan diberikan pelatihan keterampilan.

Sementara itu, beberapa hal tersebut merupakan poin-poin persiapan dari paslon LaDub dalam debat perdana yang mengusung tema 'Kesejahteraan Rakyat'. Menurut tim media center paslon LaDub, Anas Muttaqin tidak ada persiapan khusus dalam debat perdana besok hari Jumat (30/10/2020).

"Tidak ada persiapan khusus sebenarnya, karena program, visi misi dan apa yang ingin kita sampaikan untuk Kabupaten Malang sudah kita lakukan setiap hari dalam masa kampanye," pungkasnya.