Rektor UIN Malang Prof Dr Abdul Haris MAg. (Foto: Ima/MalangTIMES)
Rektor UIN Malang Prof Dr Abdul Haris MAg. (Foto: Ima/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang mengambil tema "Revolusi UIN Maliki Menuju Smart Islamic University" pada Dies Maulidiyah Ke-59 ini. Dan, salah satu revolusi yang dilakukan Rektor UIN Malang Prof Dr Abdul Haris MAg adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) kampus.

"Ini usia yang dewasa dan yang pertama adalah bagaimana UIN Maulana Malik Ibrahim bisa mengelola lebih baik dengan penyediaan SDM yang cukup, terutama dari unsur dosen bisa memenuhi jabatan guru besar," ucapnya saat ditemui usai acara penutupan Dies Maulidiyah, Selasa (27/10/2020).

Baca Juga : Refleksi 59 Tahun UIN Malang, Rektor Beri Penghargaan ke Para Pemimpin Terdahulu

 

Penutupan perayaan Dies Maulidiyah UIN Maliki ini dilakukan dengan rapat terbuka senat dan orasi Iimiah oleh guru besar Prof Dr H Imam Suprayogo di auditorium gedung rektorat lantai 5. Selain itu, turut hadir memberi pidato secara virtual, Menteri Ketenagakerjaan RI Dr Dra Hj Ida Fauziyah MSi.

Belum lama ini, Ida juga sempat berkunjung ke UIN Malang secara langsung. Pada saat itu, rektor dan Ida sudah melakukan MoU peningkatan mutu SDM. Ida pun optimistis adanya kerja sama ini akan mempercepat peningkatan kualitas SDM dalam menghadapi era industri 4.0 ini.

"Selain SDM dengan percepatan guru besar, tentu harus ada prodi-prodi unggulan yang bertaraf internasional," ucapnya.

Baru-baru ini, 4 prodi di UIN Malang menjalani sertifikasi The ASEAN University Network-Quality Assurance (AUN-QA). Keempat prodi tersebut adalah Biologi (Fakultas Saintek), Manajemen (Fakultas Ekonomi), Al-Ahwal Al-Syakhsiyah/Hukum Keluarga Islam (Fakultas Syariah), serta Bahasa dan Sastra Arab (Fakultas Humaniora).

"Mudah-mudahan hasilnya baik. Mereka juga mengapresiasi karena banyak hal yang lebih dari ekspektasi," kata Haris.

Baca Juga : Rektor UIN Malang Minta Pemuda Tak Salah Paham Terhadap Politik

Dengan segala perubahan itu, rektor tetap berpegangan pada idealisme untuk menghasilkan alumni yang berkarakter ulul albab. Yakni lulusan yang berilmu dan selalu menggunakan ilmunya di jalan Allah. Mereka selalu ingat kepada Allah SWT, hati mereka selalu diliputi oleh keimanan yang kokoh dan selalu melakukan sesuatu dengan kualitas terbaik, selalu beramal sholeh, serta selalu menghiasi diri dengan akhlak. "Semuanya untuk kebaikan untuk amal saleh," pungkasnya.