Supriyanto G. S atau populer dengan nama Prie G. S. saat menjadi pemateri dalam webinar yang digelar KWAT Malang Raya (Istimewa)
Supriyanto G. S atau populer dengan nama Prie G. S. saat menjadi pemateri dalam webinar yang digelar KWAT Malang Raya (Istimewa)

MALANGTIMES - Hari Santri Nasional yang diperingati setiap 22 Oktober masih terasa menggema hingga hari ini. Karena berbagai kegiatan untuk memperingati hari nasional itu terus dilaksanakan sebagai wujud bangga atas peran serta para santri dalam membangun negeri ini.

Salah satunya seperti yang dilakukan Kawula Warga Alumni Tebuireng (KWAT) Malang Raya yang memilih mengadakan webinar tentang Santri dan Peran Sosial untuk merayakan momentum hari santri. Kegiatan dilaksanakan pada Sabtu (24/10/2020) kemarin dan mengundang dua pembicara sekaligus.

Baca Juga : Demo IMM Malang Raya Tolak UU Cipta Kerja di Kota Batu, Kapolres Batu Justru Beri Apresiasi

Kegiatan bertema 'Santri, Intuisi dan Peran Sosial' tersebut mengangkat pembahasan tentang peran santri dalam lingkup sosial. Menghadirkan pembicara yang sudah melalang buana di tingkat nasional sebagai budayawan, seniman dan penulis, yaitu Supriyanto G. S atau populer dengan nama Prie G. S.

Kemudian sebagai pembanding juga telah hadir pembicara kedua. Dia seorang advokat dan ketua MCW Malang tahun 2017-2019 Fahrudin Ardiansyah, yang sudah tidak diragukan lagi sepak terjangnya dalam ruang sosial.

Selama kurang lebih 2,5 jam berlangsung, pembahasan yang disampaikan oleh para narasumber sangat menarik untuk diikuti. 

Dimulai dari Prie G. S, mengajak para peserta seminar untuk berdialog. Sehingga terjadilah model diskusi interaktif yang dipandu oleh moderator.

Dalam ungkapannya, Prie G. S mengutarakan, bahwa santri harus inferior atas dirinya sendiri. Dengan memperbanyak dan memperdalam keahlian serta potensi diri. 

"Karena permasalahan umat itu kompleks, namun jangan sampai melupakan adab," katanya melalui keterangan tertulis yang diterima MalangTIMES, Minggu (25/10/2020).

Baca Juga : Peringati Hari Santri Nasional, Wakil Ketua Fraksi PKS Rokhmad: Ajang Refleksi Perjuangan Santri

Selain itu, ia juga mengingatkan akan bahaya menjadi pintar, namun tak menyenangkan. Setelah narasumber pertama selesai, giliran narasumber kedua Fahrudin A yang menceritakan tentang sisi historis dalam perjalanannya pada aktifitas sosial. Kisah yang disampaikan Fachrudin sangat menginspirasi.

Karena sebagai seorang santri, selama mau berusaha dan berkomitmen  dengan tujuan hidupnya maka dia akan berhasil tak terkecuali berperan dalam lingkup sosial.

Sementara itu, kegiatan Webinar tersebut ditutup dengan pengumuman lomba cerpen dan puisi. Karena selain menyelenggarakan webinar, KWAT Malang Raya juga mengadakan lomba cerpen dan puisi, hal itu sebagai rangkaian event memperingati hari santri nasional. Harapannya ke depan semoga lebih banyak lagi kegiatan positif semacam ini, sehingga menumbuhkan para pemuda yang kuat secara intelektual dan spiritual.