Ilustrasi. (Foto: Shutterstock).
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock).

MALANGTIMES - Berbicara mengenai masker, kini telah menjadi hal umum yang setiap hari mewarnai aktivitas masyarakat tanah air. Ya, pandemi Covid-19 yang tak kunjung usai ini, mengharuskan semua orang untuk melakukan pencegahan salah satunya dengan disiplin bermasker.

Tapi, tahukah anda jika penggunaan masker juga bergantung dari setiap jenisnya. Ada masker medis, ada juga masker kain yang tentunya berbeda-beda penggunaannya.

Baca Juga : Puskesmas Janti Gencarkan Sosialisasi Covid-19, Antisipasi Klaster di Ponpes

Hal inilah, yang terus menjadi ajang sosialisasi Puskesmas Janti kepada masyarakat agar tidak salah kaprah dalam memilih dan menggunakan masker secara benar.

Penanggung Jawab Promkes (Promosi Kesehatan) Puskesmas Janti, Indra Nirmala menjelaskan untuk jenis masker madis umumnya hanya bisa dikenakan selama empat jam saja, kemudian harus langsung dibuang.

Nah, cara pembuangannya juga tidak boleh asal. Yakni, sekiranya bisa dilakukan perendaman terlebih dulu dengan air detergen. "Jadi setelah memakai selama empat jam, kalau mau buang masker ini bisa direndam dulu dalam wadah yang sudah diberi air dan detergen. Kemudian, setelah itu tali dipotong dan bagian tengahnya disobek, baru dibuang," jelasnya.

Selanjutnya berkaitan dengan masker kain yang mana memang menjadi pilihan masyarakat saat ini. Jenis masker ini terbilang ekonomis sebab bisa dicuci ulang dan dipakai kembali.

Namun, yang perlu juga diperhatikan yakni usai pemakaian masker sekiranya harus langsung dicuci menggunakan detergen.
"Setelah direndam, dicuci biasa, dikeringkan, dijemur, disterika, baru boleh dipakai kembali," paparnya.

Merujuk pada anjuran dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), bagi yang rutin menggunakan masker kain maka harus diperhatikan lapisannya, minimal sebanyak tiga lapis.

Untuk lapisan dalam ini bagian untuk memudahkan penyerapan air, seperti menyerap droplet dari mulut atau hidung. Ia mencontohkan, jenis kain katun atau campurannya.

Baca Juga : Superstar, Cara Puskesmas Arjowinangun Pantau Pertumbuhan Balita Terbebas dari Stunting

Kemudian lapisan tengah, sebagai bahan yang tidak mudah serap air untuk meningkatkan filtrasi. Seperti jenis spunbound atau furing sintetis. 

Sedangkan untuk lapisan luar, biasanya menggunakan bahan yang tidak mudah serap air untuk mencegah droplet dari orang lain. Bahan yang disarankan untuk lapisan luar adalah polyester atau campurannya.

"Sehingga kala memilih masker, satu yang pasti, selalu pilih masker berfiltrasi baik agar efektif mencegah covid-19," terangnya.

Lebih lanjut, masyarakat diimbau untuk menghindari masker berbahan elastis, seperti masker dari scuba dan buff. Masker jenis elastis dinilai punya tingkat filtrasi yang rendah.

"Kalau masker scuba sendiri itu sekarang sudah tidak direkomendasikan. Tetapi yang paling penting, pastikan penggunaan masker itu menutupi hidung, dagu dan mulut," tandasnya.