Pihak Tim Forensik Polres Malang saat melakukan identifikasi dan evakuasi atas penemuan tulang belulang dan tengkorak manusia, Jumat (23/10/2020). (Foto: Polsek Pagelaran) 
Pihak Tim Forensik Polres Malang saat melakukan identifikasi dan evakuasi atas penemuan tulang belulang dan tengkorak manusia, Jumat (23/10/2020). (Foto: Polsek Pagelaran) 

MALANGTIMES - Ditemukannya tengkorak manusia dan beberapa helai pakaian di ladang tebu menggegerkan warga Dusun Adiluwih, Desa Karangsuko, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang, Jumat (23/10/2020). 

Temuan yang menghebohkan itupun kini ditangani aparat kepolisian. Kapolsek Pagelaran Iptu Sugik Hermawan menjelaskan bahwa penemuan kerangka tengkorak manusia tersebut ditemukan sekitar pukul 11.30 WIB oleh salah satu orang yang menebang tebu di area tersebut. 

"Kemudian salah satu warga setempat melaporkan kepada kami (jajaran Polsek Pagelaran, red) sekitar pukul 12.45 WIB," ungkapnya ketika dikonfirmasi oleh pewarta, Jumat (23/10/2020). 

Mendapatkan laporan tersebut, Sugik menyebutkan bahwa dirinya bersama jajaran Polsek Pagelaran dan tim identifikasi forensik Polres Malang langsung meluncur ke TKP (Tempat Kejadian Perkara). "Dari hasil olah TKP, tubuh korban identik dengan Ponimah (72) yang hilang beberapa waktu lalu," ujarnya. 

Hal itu juga dikuatkan dengan konfirmasi dari pihak keluarga Ponimah yakni Abdurrohim dan Mistini yang merupakan anak kandung dari Ponimah. 

Sugik mengatakan bahwa berdasarkan konfirmasi dari pihak keluarga tersebut bahwa kerangka tengkorak manusia yang ditemukan di ladang tebu tersebut memang benar merupakan kerangka tengkorak Ponimah yang telah hilang kurang lebih 50 hari. 

"Menurut anak kandungnya, korban hilang karena pikun. Pascahilang itu anak kandungnya juga sudah mencari kemana-kemana tapi tidak ditemukan," bebernya. 

Sebagai informasi bahwa saat dilakukan identifikasi dan evakuasi terhadap kerangka tengkorak Ponimah, Sugik menuturkan bahwa Ponimah ditemukan masih mengenakan pakaian dengan posisi terlentang. "Pada korban melekat pakaian berupa kain jarik warna merah dan baju warna biru," terangnya. 

Akan tetapi Ponimah yang kurang lebih telah hilang selama 50 hari tersebut, ditemukan telah menjadi tulang belulang yang sudah mengering dan kepalanya hanya tinggal tengkorak. "Dari hasil pengamatan tim identifikasi Polres Malang tidak ditemukan tanda tanda kekerasan pada jenazah," tandasnya. 

Sugik menuturkan usai dilakukan identifikasi dan evakuasi, pihak keluarga menolak untuk tulang belulang dan kerangka tengkorak Ponimah dibawa ke RSSA (Rumah Sakit Saiful Anwar) Kota Malang untuk dilakukan Visum et Repertum (VeR). "Pihak keluarga telah menerima dengan ikhlas atas meninggalnya korban sehingga menolak untuk di bawa ke RSSA Malang guna dimintakan VeR yang dikuatkan dengan surat pernyataan keluarga korban," pungkasnya.