Menaker Ida Fauziyah (tengah, baju oranye) saat bersilaturahmi ke pekerja penerima BSU di Malang. (Foto: Ima/MalangTIMES)
Menaker Ida Fauziyah (tengah, baju oranye) saat bersilaturahmi ke pekerja penerima BSU di Malang. (Foto: Ima/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Erwin Junaedi dan Yatiningsih tampak duduk anteng di ruang tamu rumah di Jalan Kertorejo, Kota Malang. Mereka adalah pekerja yang menerima Bantuan Subsidi Upah (BSU) dari pemerintah. 

Sementara, di luar sudah banyak awak media sekaligus staf Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) menunggu kedatangan Menaker RI Ida Fauziyah, Kamis (22/10/2020).

Baca Juga : Gelontor Rp 788 Juta, Disnaker-PMPTSP Kota Malang Salurkan BLT bagi Pekerja Kena PHK

Usai sowan ke Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki Malang), sekitar pukul 11.20 WIB, Ida bersilaturahmi ke pekerja penerima BSU tersebut.

"Alhamdulillah saya bisa silaturahmi ke rumahnya Pak Erwin dan ini ditemani sama Bu Yati. Beliau berdua ini adalah penerima program Bantuan Subsidi Upah dari pemerintah," ucapnya.

Erwin saat ini bekerja di Taman Rekreasi Sengkaling. Sementara Yati bekerja di pabrik rokok Pundimas. BSU diberikan untuk pekerja bergaji di bawah Rp 5 juta.

Dikatakan Ida, dalam kondisi pandemi ini pendapatan Erwin memang tidak berkurang. Namun, banyak pekerja lain yang penghasilannya dipotong 25% hingga 50%. Atau, bahkan belum digaji sama sekali namun belum di-PHK. Untuk itu, BSU diharapkan bisa membantu kebutuhan para pekerja.

"InsyaAllah doakan semuanya lancar. Akhir Oktober ini kami melakukan evaluasi. Mudah-mudahan awal November 2020 ini kami bisa mentransfer untuk tahap kedua," tuturnya.

Saat dialog bersama Ida, Erwin sempat menyampaikan harapannya agar pemerintah selalu hadir pada saat buruh atau pekerja membutuhkan.

"Mintanya Presiden sama pemerintah itu ada buat kita dalam hal apapun," ucapnya saat diwawancara.

Erwin pun tak menyangka dirinya mendapatkan BSU, lantaran ia sempat mengira bantuan ini hanya ditujukan ke instansi pemerintah, bukan kepada pekerja swasta.

"Ternyata semua, ya Alhamdulillah," katanya.

Baca Juga : Dapat Bantuan Program CSR, Bank Sampah Malang Beli Pikap

Ia menyatakan, bahwa bantuan itu digunakannya untuk kebutuhan sehari-hari. Begitu juga dengan Yati. "Senang sekali, buat beli sembako," ucapnya.