Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Penduduk dan KB Dinsos-P3AP2KB Kota Malang, Sri Umiasih (Hendra Saputra)
Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Penduduk dan KB Dinsos-P3AP2KB Kota Malang, Sri Umiasih (Hendra Saputra)

MALANGTIMES - Pelayanan Keluarga Berencana (KB) oleh Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB) Kota Malang melalui petugas lapangan keluarga berencana (PLKB) pada masa pandemi covid-19 banyak dilakukan melalui daring. 

Oleh karena itu, menjelang akhir tahun ini dilakukan penguatan pelaksana KB yang ada di seluruh kecamatan di Kota Malang.

Baca Juga : Dinsos-P3AP2KB Dorong PUS Tunda Kehamilan di Masa Pandemi

Penguatan kader untuk sosialisasi program keluarga berencana bisa dikatakan macet sejak bulan Maret hingga Juni 2020. Hal tersebut karena pemerintah tidak memberikan izin untuk menggelar kegiatan yang bersifat mengumpulkan banyak orang.

Dengan kata lain untuk tetap memberikan sosialisasi kepada masyarakat, PLKB ataupun kader banyak digelar melalui daring. "Kita penguatan juga refresh, dalam arti refresh itu menambah ilmu lagi, karena di masa pandemi kan break kemarin mulai Maret sampai Juni hanya lewat WhatsApp, lewat daring," kata Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Penduduk dan KB Dinsos-P3AP2KB Kota Malang, Sri Umiasih.

Menurut Umi (sapaan akrab Sri Umiasih), para kader di lima kecamatan di Kota Malang harus mendapatkan materi sosialisasi dengan menyesuaikan kondisi pandemi covid-19. "Ilmu-ilmu apa yang harus dilaksanakan di masa pandemi ini supaya tidak berhenti total. Apalagi sekarang ini masyarakat juga harus tahu bahwa kita harus menjaga imun sendiri," ujar Umi.

Di sisi lain, pada materi penguatan pelaksana KB memang diberikan oleh dokter reproduksi. Kata Umi, hal itu memang sesuai dengan materi yang diberikan sehingga nantinya kader bisa memaksimalkan setiap materi yang diberikan.

Baca Juga : Cegah Kehamilan tidak Diinginkan, Dinsos-P3AP2KB Pemkot Malang Gelar Penguatan Pelaksana KB

"Narasumber memang kami mencari yang dokter, itu dari provinsi, sebenarnya semuanya dari provinsi dokter BKKBN. Gantian, dokternya ada 3, memberi pencerahan persoalannya, teknisnya dijawab semua. Jadi saya harapkan mungkin di masyarakat kemarin itu ada permasalahan apa itu bisa terselesaikan, kalau dokter kan sudah jelas, ini juga dokter reproduksi jadi apa-apa yang ditanyakan permasalahannya dapat terjawab," paparnya.

Untuk diketahui, Dinsos-P3AP2KB memberikan penguatan pelaksana KB kepada kader yang di tingkat kelurahan berjumlah 66, tingkat rukun warga (RW) sejumlah 987 kader. Namun saat ini tidak semuanya diundang karena terbatas anggaran, sehingga setiap tahun bergantian.