Sanusi, Calon Bupati Malang nomor urut 1 dari paslon SanDi (pegang microfon) saat berdiskusi dengan perwakilan pengajar TPQ se-Kecamatan Gedangan (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)
Sanusi, Calon Bupati Malang nomor urut 1 dari paslon SanDi (pegang microfon) saat berdiskusi dengan perwakilan pengajar TPQ se-Kecamatan Gedangan (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)

MALANGTIMES - Seiring berkembangnya teknologi yang semakin cangih, membuat minat generasi muda dalam belajar ilmu agama, termasuk membaca alquran kian menurun. Hal itu senada dengan yang disampaikan KH Akhmad Hariri selaku tokoh agama sekaligus koordinator TPQ (Taman Pendidikan Al-Qur'an) di Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang.

”Harapan saya dan seluruh teman mengaji (di Kecamatan Gedangan, red) yang pertama, saya inginkan Kabupaten Malang menjadi Malang Santri. Artinya semua masyarakat, terutama kalangan anak-anak yang ada di lembaga SD (Sekolah Dasar) maupun SMP (Sekolah Menengah Pertama) mampu membaca al-quran dengan baik,” ucap Akhmad saat ditemui disela agenda kampanye Paslon (Pasangan Calon) nomor urut 1, SanDi (Sanusi - Didik Gatot Subroto) di Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, Selasa (20/10/2020).

Baca Juga : Peduli Generasi Muda, Paslon SanDi Siap Bentuk Tim Pergerakan Ekonomi Malang Milenial

Guna merealisasikan keluhan minimnya minat belajar anak di TPQ, Akhmad meminta kepada Pemkab (Pemerintah Kabupaten) Malang, untuk membuat aturan khusus yang mewajibkan para pelajar SD maupun SMP se-Kabupaten Malang belajar membaca alquran.

”Maka dari itu kami mengharapkan Sanusi (Calon Bupati Paslon 1, red) bagaimana caranya bisa membuat program ke depan yang mendukung keberadaan TPQ. Misalnya diadakan seperti Perda (Peraturan Daerah) untuk guru ngaji,” ungkapnya.

Dalam Perda yang dimaksud tersebut, lanjut Akhmad, dirinya juga berharap akan ada kebijakan bagi pelajar yang hendak mendaftar ke SMP maupun SMA (Sekolah Menengah Atas), untuk memberikan lampiran pendaftaran berupa piagam dari TPQ.

”Mau masuk SMP atau SMA harus wajib mempunyai standar baca alquran yang baik. Artinya, harus ada semacam piagam dari TPQ,” timpalnya.

Sebagai konsekuensinya, Akhmad dan kawan-kawan bersedia berkolaborasi dengan guru pengajar di dunia pendidikan formal. Mulai dari SD hingga SMP maupun sederajat, untuk mengoptimalkan pendidikan alquran di kalangan anak-anak.

”Nanti guru-guru dari SD, MI (Madrasah ibtidaiyah), SMP, maupun MTs (Madrasah tsanawiyah) semuanya akan kolaborasi dengan pengajar TPQ yang ada di kampung-kampung. Dengan begitu harapan kami pembelajaran baca alquran di tingkat anak-anak di Kabupaten Malang bisa dioptimalkan,” ujarnya.

Menanggapi rasa keprihatinan warganya, Bupati Malang yang saat ini kembali mencalonkan diri di pilkada (Pemilihan Kepala Daerah) Sanusi, mengaku bakal segera berkoordinasi dengan Disdik (Dinas Pendidikan) Kabupaten Malang, guna merealisasikan sinkronisasi antara pengajar TPQ dan pendidikan formal tersebut.

Baca Juga : Tiga Paslon Pilkada Kabupaten Malang Berebut Suara Milenial, Berikut Acuan Datanya

 

”Ini sedang diproses untuk MoU (Memorandum of Understanding). Nantinya TPQ akan memberikan pendidikan baca alquran di setiap SD yang tentunya bekerjasama dengan Dinas Pendidikan. Tinggal mengatur waktunya saja, nanti setiap murid SD juga diwajibkan untuk mengikuti TPQ yang sudah MoU dengan Dinas Pendidikan di daerahnya masing-masing,” ucap Sanusi.

Ketika disingung soal berapa TPQ di Kabupaten Malang yang bakal dibidik dalam MoU tersebut, Sanusi mengaku jika seluruh TPQ di wilayah Kabupaten Malang bakal dilibatkan.

”Ya banyak, hampir semua. Nanti yang mau bekerjasama dengan Dinas Pendidikan. Nantinya bisa melaksanakan pendidikan baca alquran dan pengembangan agama di TPQ masing-masing. Sedangkan muridnya (TPQ, red) mulai dari siswa SD yang ada di desa setempat,” pungkasnya.