Sanusi Calon Bupati Malang nomor urut 1 dari paslon SanDi (tengah kemeja putih) saat berinteraksi langsung mendengarkan keluhan pedagang di Pasar Gedangan (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)
Sanusi Calon Bupati Malang nomor urut 1 dari paslon SanDi (tengah kemeja putih) saat berinteraksi langsung mendengarkan keluhan pedagang di Pasar Gedangan (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)

MALANGTIMES - Tidak hanya fokus menyampaikan program politik guna menggalang suara saat Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah) Kabupaten Malang. Paslon (Pasangan Calon) Bupati dan Wakil Bupati Malang nomor urut 1 Sanusi - Didik Gatot Subroto, juga menyempatkan diri belanja kebutuhan pokok saat kampanye di pasar Gedangan, Selasa (20/10/2020).

Dari pantauan media online ini di lokasi, Sanusi belanja di 3 lapak pedagang sayur. Sanusi memborong beberapa jenis sayuran, di antaranya kacang panjang, gambas, hingga beberapa kebutuhan dapur lainnya.

Baca Juga : Pesantren di Jatim Bakal Dapat Rp 50 Juta, Pemprov Seriusi Program One Pesantren One Product

”Nanti ada pasar online, tujuannya supaya saat masa pandemi (Covid-19) masyarakat tetap bisa belanja di pasar tanpa harus datang langsung,” ungkap Sanusi saat bercengkrama dengan para masyarakat yang ada di Pasar Gedangan, Selasa (20/10/2020).

Menurutnya, layanan pasar online yang melibatkan Disperindag (Dinas Perindustrian dan Perdagangan) Kabupaten Malang ini, sudah siap beroperasi untuk dimanfaatkan masyarakat Kabupaten Malang dalam memenuhi kebutuhan belanja di pasar secara Online. ”Aplikasi melalui Disperindag (Kabupaten Malang), sudah ada, sudah siap, sudah di-Launching beberapa hari lalu,” kata Sanusi.

Sekedar informasi, pada 20 September 2020 lalu, saat Sanusi belum cuti untuk kampanye, Pemkab Malang bersama salah satu pihak perbankan me-Launching aplikasi pasar Online. Yakni melalui alamat website yang diberi nama Pasar.id.

Saat itu, tercatat sudah ada sedikitnya 12 pasar tradisional di beberapa wilayah di Kabupaten Malang yang sudah terkoneksi secara online. Jumlah tersebut diprediksi bakal terus berkembang sesuai dengan minat dan kebutuhan masyarakat.

Saat media berjejaring nasional ini mencoba untuk mengakses website Pasar.id tersebut, ada 4.342 pasar tradisional diseluruh Indonesia termasuk Kabupaten Malang yang sudah terhimpun.

Sedangkan untuk jumlah pedagang yang terdata, terpantau hingga hari ini (Selasa 20/10/2020) ada 60.762 pedagang. Puluhan ribu pedagang yang terdata di website Pasar.id tersebut merupakan pedagang dari berbagai jenis kebutuhan rumah tangga. Yakni meliputi kategori sembako, sayur dan buah, daging, ayam, sapi, dan ikan, makanan, pakaian, barang pecah belah, hingga aksesoris.

Bagi yang berminat bergabung dengan pasar berbasis teknologi ini, para pedagang di pasar tradisional tinggal menunjuk salah satu atau beberapa koordinatornya. Setelah itu, sang koordinator tersebut bakal bekerjasama dengan pihak perbankan untuk dibuatkan rekening dan sebagainya.

Setelah berkoordinasi dengan pihak bank, koordinator pasar tradisional itu akan diarahkan dan dibuatkan akunnya yang secara otomatis akan terpampang di website Pasar.id.

Sebagai contoh, saat media online ini mencoba terkoneksi dengan Pasar Gondanglegi. Muncul beberapa nama pedagang dan barang jualannya lengkap dengan nomor telepone yang bersangkutan. Hal inilah yang dilakukan untuk mempermudah proses transaksi jual beli siap antar, serta pembayaran melalui layanan non tunai.

”Selain bisa memutus penyebaran Covid-19, melalui pasar online ini juga bisa meningkatkan pendapatan para pedagang di pasar tradisional. Sebab tanpa harus bertatap muka, calon pembeli bisa belanja tanpa harus menguras waktu dan tenaga,” ucap Sanusi.

Baca Juga : Pengusaha Jatim dan NTB Dipertemukan Gubernur Khofifah, Transaksi Rp 603 Miliar Tercapai

Belakangan diketahui, inspirasi mengembangkan pasar berbasis online itu, diakui Sanusi saat dirinya sering berinteraksi dengan para pedagang pasar.

Terakhir saat dirinya berkampanye di Pasar Gedangan, Selasa (20/10/2020). Adalah Ida Wahyu, salah satu pedagang yang jualannya diborong Sanusi saat kampanye digelar di Pasar Gedangan.

Di hadapan Sanusi, ibu 3 anak ini mengeluh omzet jualannya menurun nyaris 70 persen, lantaran terdampak pandemi Covid-19. ”Disini (Pasar Gedangan) pasarannya dua hari, biasanya omzet saya bisa Rp 12 juta sampai Rp 15 juta dalam sehari. Dari omzet itu, hasil bersihnya saya dapat Rp 5 juta sampai dengan Rp 7 juta. Tapi karena pandemi Covid-19 omzetnya jadi menurun drastis,” keluh Ida.

Dikatakan menurun drastis tersebut, dijelaskan Ida, dari yang semula sehari bisa mendapat omzet belasan juta. Selama beberapa bulan ini dirinya hanya mengantongi Rp 300 ribu akibat omzet dagangannya jeblok. ”Saat ini omzet dalam 1 hari hanya Rp 5 juta, pendapatan bersihnya dari yang biasanya jutaan kini tinggal Rp 300 ribuan,” ucap wanita yang menjajakan dagangan sayur dan kebutuhan sembako di Pasar Gedangan ini.

Penderitaan wanita yang sudah berjualan selama 8 tahun ini kian menjadi, setelah beberapa harga kebutuhan pokok meningkat. Belakangan diketahui, lanjut Ida, naiknya harga sayuran tersebut lantaran pandemi Covid-19 yang menyebabkan beberapa sektor pasokan sayur terhambat.

”Bawang merah, cabai, bumbu daput, gula, minyak, telur harga kulakannya naik sekitar 5 sampai 10 persen. Saat pandemi (Covid-19) seperti ini, petani cabai mengeluh kehabisan bibit. Jadi pasokannya berkurang banyak, habis, akhirnya telat datangnya,” timpal wanita 4 bersaudara ini.

Berhubung bertemu langsung dan bercengkrama dengan Sanusi, pedagang asal Desa/Kecamatan Gedangan ini berharap agar Paslon SanDi bisa menang, dan mewujudkan komitmennya untuk menyediakan banyak lapangan pekerjaan.

”Jadi kalau lapangan kerja banyak yang menurun, biasanya akan berpengaruh pada daya beli masyarakat. Ada beberapa pelanggan saya yang semula suaminya kerja sekarang jadi menganggur. Dampaknya dari yang belanja 1 kilo saat ini hanya setengah kilo,” ujar Ida sembari mengatakan jika dirinya bakal mencoblos Paslon SanDi lantaran sudah berpengalaman menjadi Bupati Malang.