Kepala Satpol PP Kota Malang, Priyadi (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).
Kepala Satpol PP Kota Malang, Priyadi (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Rentang satu bulan pelaksanaan, hampir 500 orang di Kota Malang telah terjaring operasi yustisi. Kebanyakan para pelanggar kedapatan tidak mengenakan masker saat melakukan aktivitas di luar rumah. 

Selain itu, para pelanggar juga cenderung melakukan aktivitas berkumpul tanpa memperhatikan physical distancing.

Baca Juga : Kondisi Pandemi Covid-19, Pajak Daerah Kabupaten Malang Raup Penghasilan Rp 198,4 Miliar

Kepala Satpol PP Kota Malang, Priyadi menyampaikan, hingga 16 Oktober 2020, tercatat ada 469 pelanggar yang terjaring. Mereka menjalani sidang di tempat sebagaimana ketentuan yang ada. Total denda yang terkumpul kurang lebih mencapai Rp 5 juta.

"Masing-masing pelanggaran itu dendanya bervariasi, tergantung kemampuan. Mulai dari Rp 10 ribu dan paling besar Rp 100 ribu," katanya.

Pria berkacamata itu menjelaskan, selain memberikan denda, para pelanggar juga disanksi dengan melakukan kegiatan sosial. Salah satunya dengan menyapu jalanan. 

Selain itu, sanksi sosial lain yang diberikan juga berupa permintaan menyanyikan lagu kebangsaan hingga pembacaan Pancasila.

Dalam operasi gabungan yang dilakukan itu, menurutnya para pelanggar tidak hanya diberikan sanksi. Melainkan juga diberi masker dan selalu disosialisasikan agar senantiasa menerapkan protokol kesehatan.

Baca Juga : Urus Izin Usaha Dikeluhkan, DPRD Kota Malang Sahkan Anggaran Bagi UMKM Senilai Rp 500 Juta

"Dan angka pelanggaran sampai saat ini terus mengalami penurunan. Kami rasa angka kesadaran masyarakat semakin tinggi dari hari ke hari," jelasnya.

Lebih jauh Priyadi juga menerangkan jika pelanggaran dilakukan remaja hingga orang tua. Sehingga dia berharap, seluruh elemen masyarakat juga turut melakukan sosialisasi terhadap masyarakat. Dengan begitu, angka pelanggaran dapat ditekan lebih maksimal lagi.

Priyadi menerangkan jika operasi yustisi akan terus dilakukan. Karena operasi gabungan tersebut dinilai efektif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. "Karena target utama kami dalam operasi yustisi ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat," jelasnya.