Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko (kiri baju hitam) saat menyerahkan penghargaan Kelurahan Tangguh kepada Lurah Penanggungan, Senin (19/10). (Foto: Humas Pemkot Malang).
Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko (kiri baju hitam) saat menyerahkan penghargaan Kelurahan Tangguh kepada Lurah Penanggungan, Senin (19/10). (Foto: Humas Pemkot Malang).

MALANGTIMES - Kota Malang kembali menorehkan prestasi. Kali ini salah satu wilayah, yakni Kelurahan Penanggungan, berhasil menduduki predikat tertinggi se-Jawa Timur sebagai kelurahan tangguh.

Piagam penghargaan itu diserahterimakan oleh Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko kepada Lurah Penanggungan Yuyun Nanik Ekowati, Senin (19/10/2020). "Ini satu prestasi untuk masyarakat yang ada di Kota Malang melalui Kelurahan Penanggungan. Dan ini bukti bahwa di Kota Malang masyarakatnya, pemerintah. dan seluruh stakeholder yang ada tingkat kesadarannya tinggi terutama dalam mengatasi masalah-masalah kebencanaan," ujar Bung Edi (sapaan akrab wakil wali kota Malang).

Baca Juga : Sederhana dan Khidmat, Pagelaran Wayang Kulit Virtual ‘Asmara Bumi’ Warnai HUT Kota Batu

Ia menjelaskan,  penilaian sebelumnya dilakukan secata langsung ke wilayah Kelurahan Penanggungan dari tim juri sebelum penobatan sebagai Kelurahan Tangguh tingkat Provinsi Jawa Timur 2020.

Dalam hal ini, pemkot mengharapkan proses kolaborasi pentahelix dari semua elemen masyarakat dalam menguatkan potensi daerah bisa lebih ditingkatkan. "Pentahelix betul-betul terwujud. Jadi, unsur pemerintah, komunitas yang dalam hal ini masyarakat ada Pak RT, ada Pak RW! ada ketua karang taruna, ada PKK, potensi-potensi yang ada di sekitar situ apa saja bisa berjalan," imbuhnya.

Ke depan, langkah yang diterapkan Kelurahan Penanggungan ini bisa menjadi percontohan bagi kelurahan lainnya di Kota Malang. Sehingga, semua wilayah bisa lebih mandiri sebagai wilayah tangguh bencana.

"Kelurahan Penanggungan bisa bergerak lagi tingkat utama ya. Sekarang kan madya. Kemarin rencananya pratama, tetapi naik menjadi madya. Sementara di kelurahan-kelurahan yang lain ini bisa dijadikan pilot project untuk mewujudkan hal yang sama karena potensinya hampir sama. Apakah di Sumbersari, apakah di Ketawanggede, di Bandungrejosari pentahelix-nya ada semua," pungkasnya.

Baca Juga : Antisipasi Bencana Hydrometeorologi, Pjs Bupati Malang Tinjau Kesiapan Tim Gabungan

Sementara itu, Lurah Penanggungan Yuyun Nanik Ekowati mengungkapkan, prestasi tersebut bisa diraih karena kolaborasi semua elemen. Terlebih dalam menerapkan FPRB (forum pengurangan risiko bencana). Dalam memenuhi fasilitas sebagai kelurahan tangguh, terdapat semua aspek seperti kesehatan hingga kebutuhan risiko kebencanaan.

"Dalam pembentukan kampung tangguh ini ada FPRB yang anggotanya melibatkan kolaborasi masyarakat. Aspek-aspek pendukung seperti kesehatan, risiko kebencanaan, semuanya secara seksama dijalankan dengan kekompakan dari masyarakat," ungkapnya.