Wali Kota Malang Sutiaji saat beraktivitas dengan hobi bersepedanya. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
Wali Kota Malang Sutiaji saat beraktivitas dengan hobi bersepedanya. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Menjadi sosok kepala daerah, Wali Kota Malang Sutiaji tak hanya dikenal karena kewibawaannya saja. Ia pun juga beraktivitas layaknya masyarakat biasa yang memiliki hobi olahraga.

Salah satu hobinya itu, yang kini tengah menjadi tren di kalangan masyarakat tanah air, yakni bersepeda atau gowes. Dia mengaku sudah menyukai bersepeda sejak masih kanak-kanak.

Baca Juga : Lewat Skooci, 2 Perempuan Raup Omzet Rp 50 Juta per Bulan

"Sudah sejak kecil bersepeda. Dulu itu sepeda unto (sepeda tinggi). Saya ingat habis ujian SMP tsanawiyah itu ada kalau 50 kilometer (gowes) pas ujian. Itu dari tempat saya, keliling ke Paciran, ke Tuban, Babat terus balik lagi," ceritanya.

Pria kelahiran Lamongan, 13 Mei 1964 ini mengaku kebiasaannya sekaligus juga untuk membantu orang tua dan bersekolah. Aktivitasnya sehari-hari selalu rutin menggembala ternak, hingga menanam macam-macam tanaman.

"Hari-hari ya biasa nggolek suket, ngarit (nyari rumput) bersepeda, nyari makan sapi, saat masih kecil. Dulu orang tua sudah didik mandiri, jadi nggak dikasih uang saku tapi ngurus lahan. Saya tanami lombok (cabai), kacang lanjaran (kacang panjang) gitu, sore saya titipkan ibu saya untuk dijual, uangnya buat sangu (uang saku) besok," paparnya.

Hingga kini, meski tak memiliki jadwal rutin untuk bersepeda, tetapi ia akan sesekali menanggalkan pakaian dinasnya untuk meluangkan waktu bersepeda keliling Kota Malang. 

"Saya sebelum ramai-ramai orang bersepeda memang sudah sering sepedaan. Meskipun nggak bisa rutin tapi spontanitas saja, kadang sore atau pagi, waktu luang," katanya.

Ia menilai, salah satu upaya agar tetap sehat dengan olahraga bersepeda. Pernah suatu ketika, dirinya sengaja mengambil rute berkeliling untuk bersepeda sejauh 30 kilometer. 

"Sore-sore itu sekitar 30 kilo ya pernah, jadi dari rumah ini ke Karanglo, lalu Karangploso, Pendem itu. Berangkat jam 4 sore, karena itu pas saya puasa, nyampe rumah supaya langsung buka," ungkapnya.

Baca Juga : Dulu Dihina, Ini Dia Owner Grosir Tas Gempol yang Miliki Reseller Terbanyak di Indonesia

Tak hanya sekedar bersepeda, alumnus UIN Maulana Malik Ibrahim juga menyempatkan meninjau kawasan fasilitas umum di Kota Malang. 

Seperti, melihat kondisi jalan umum apakah ada yang rusak untuk kemudian diinstruksikan kepada instansi terkait Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang agar segera dibenahi.

"Jadi sambil gitu (meninjau fasilitas umum), terus aku telpon Pak Soni (Kepala DPUPRPKP Kota Malang), Pak Soni ini jalannya ada yang rusak," terangnya.

Aktivitasnya saat bersepeda ini dinilai cukup memudahkan dirinya untuk lebih membaur dengan masyarakat. Paling tidak, dengan tidak dikenali ia merasa lebih gampang untuk mencari tahu keluhan, aspirasi, kritikan ataupun saran dengan santai dari masyarakat Kota Malang.

"Apalagi kalau saya sudah pakai topi, kacamata, masker gini kan ngga ada yang kenal jadi bisa ngobrol langsung sama masyarakat. Kadang mereka ada yang ngeluh, ada juga yang protes, ada yang maki-maki tapi nggak masalah, nggak tahu kalau itu saya," pungkasnya sambil diselingi tawa.