Salah satu orang saat melakukan pengecekan di Cluster Control New Normal di Desa Pandanrejo, Sabtu (17/10/2020). (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Salah satu orang saat melakukan pengecekan di Cluster Control New Normal di Desa Pandanrejo, Sabtu (17/10/2020). (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Teknologi di era New Normal terus dikembangkan untuk mencegah penyebaran Covid-19 khususnya di Kota Batu. Teknologi yang dikembangkan itu adalah Cluster Control New Normal yang dihadirkan di kantor Balai Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji, Sabtu (17/10/2020).

Cara kerja alat itu saat ada orang yang datang di kantor tersebut, terlebih dahulu harus menghadap pada alat Cluster Control New Normal. Kemudian alat itu akan mendeteksi wajah, hingga suhu tubuh orang tersebut.

Baca Juga : Kawasan Zona Merah di Kota Batu Bertambah, Ada 20 Desa/Kelurahan

Setelah dideteksi pada alat tersebut, cctv akan memonitoring orang tersebut. Saat diketahui ada orang yang tidak menjaga jarak kurang dari satu meter, akan terdeteksi dengan sebuah suara.

Saat pengeras suara itu menperingatkan jaga jarak, petugas juga demikian memberitahu agar menjaga jarak. Nantinya jika ada orang yang jaga jaraknya kurang dari satu meter pada monitor akan terdeteksi warna merah.

“Jika jaga jarak lebih dari satu merah indikator warna hijau. Lebih sedikit satu meter berwarna kuning. Nantinya mereka yang tidak mentaati aturan bisa saja tidak dilayani atau harus menjaga jarak,” ungkap Dosen Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, Jauari Ahmad Nurhasyim.

Ia menambahkan, dengan adanya alat tersebut untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19. Sehingga alat untuk physical distancing itu hadir untuk mempermudah pengawasan protokol kesehatan.

Baca Juga : Kesembuhan Covid-19 Capai 82 Persen, Hari Ini Angka Kesembuhan Tambah 8 Pasien

Sementara itu Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko, menambahkan, Cluster Control New Normal merupakan program yang bagus untuk mengingatkan jaga jarak di tengah kerumunan. Dan alat itu tidak menutup kemungkinan bisa dikembangkan di Balai Kota Among Tani.

“Ketika ada bunyi peringatan jaga jarak harus dilakukan. Karena ini alat baru sehingga harus dievaluasi se-minggu dulu. Kemudian baru ada hal-hal apa yang harus dilakukan,” terangnya.