Suasana simulasi sekolah tatap muka siswa SMP N 8 Malang di tengah pandemi Covid-19. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
Suasana simulasi sekolah tatap muka siswa SMP N 8 Malang di tengah pandemi Covid-19. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Nampaknya, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang masih belum bisa merealisasikan sistem pembelajaran atau sekolah tatap muka. Meski, segala fasilitas protokol kesehatan pencegahan Covid-19 sejatinya telah disiapkan.

Wali Kota Malang Sutiaji menyatakan, perihal sekolah tatap muka dalam hal ini diserahkan kepada instansi terkait yakni Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang. Terutama persiapan sarana prasarana kebutuhan penunjang di sekolah di masa pandemi covid-19.

Baca Juga : Kota Batu Zona Oranye, Beberapa Sekolah Bakal Ajukan Pembelajaran Tatap Muka

"Kita serahkan semuanya ke dinas terkait untuk terus disiapkan. Sekarang kan kita sudah zona orange, InsyaAllah kalau sudah ke zona kuning nanti itu bisa," jelasnya.

Walaupun, terkait status zona daerah penyebaran Covid-19 itu tak dijadikan patokan. Akan tetapi, Sutiaji menilai untuk merealisasikan sekolah tatap muka tetap harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi di masing-masing wilayah yang dekat dengan area sekolah.

Misalnya, di sekitar tempat tinggal yang berdekatan dengan area sekolah masih banyak pasien terkonfirmasi positif. Atau, bisa juga berkaitan dengan pengajar yang wilayahnya berada di zona merah.

Hal-hal tersebut sekiranya yang masih harus diperhatikan lebih jauh. Sehingga, jika dinilai telah memenuhi syarat maka tidak ada kekhawatiran dari siapapun, dan sekolah tatap muka bisa direalisasikan.

Namun, tetap dengan pembatasan yang ketat. Seperti, jumlah siswa yang masuk kelas dibagi separuhnya saja, dan jam pembelajaran juga dikurangi.

"Ada zona yang memang sudah zero, seperti di Wonokoyo. Artinya, daerahnya kedisiplinannya sudah terjaga. Maka kesiapan sekolah akan kita minta dari dinas, dan kita tunggulah," imbuhnya.

Baca Juga : Bantu Masyarakat Adaptasi, Tim KKN Darurat Bencana UB Bagikan Paket Protokol Kesehatan

Lebih jauh, sebelumnya SMPN 8 Malang telah mendahului dengan menerapkan simulasi sekolah tatap muka sejak Agustus 2020 lalu. Prosesnya, dengan sistem polling, baik terhadap orang tua murid dan siswa apakah menghendaki untuk pembelajaran tatap muka.

Nah, cara inilah yang diharapkan menjadi percontohan untuk diterapkan di sekolah-sekolah lain sebelum melaksanakan pembelajaran tatap muka di masa pandemi Covid-19.

"Kemarin SMP 8 itu kan sampling, mulai kelas 7 sampai kelas 9 simulasi tatap muka. Dan jika dibuat generalisasi saya kira bisa," tandasnya.

Sebelumnya, beberapa fasilitas penunjang untuk kesiapan sekolah tatap muka telah disiapkan Pemkot Malang. Di antaranya, penyediaan thermo gun sebanyak 4.000 alat. Kemudian memastikan setiap sekolah tersedia wastafel atau area tempat cuci tangan, hingga kondisi sekolah juga dipastikan selalu dilakukan disinfektan untuk sterilisasi.