Penyandang disabilitas saat menata puzzle. (Hendra Saputra)
Penyandang disabilitas saat menata puzzle. (Hendra Saputra)

MALANGTIMES - Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB) Kota Malang terus melakukan pembinaan kepada penyandang disabilitas. Salah satunya, Jumat (16/10/2020) Pengelola dan Pelayanan Rehabilitasi Sosial Dinsos-P3AP2KB membuka terapi di Kecamatan Lowokwaru.

Staf Pengelola dan Pelayanan Rehabilitasi Sosial Dinsos-P3AP2KB Kota Malang Ahmad Fauzi mengatakan saat ini pihaknya terus melakukan terapi bagi penyandang disabilitas yang ada di Kota Malang. Karena masa pandemi, Fauzi mengaku terus menerapkan protokol kesehatan yang ketat agar tidak terinfeksi covid-19.

Baca Juga : Angka Perceraian di Kota Malang Tinggi, Apa Faktornya?

 

"Penyandang disabilitas sebenarnya cukup banyak. Dinsos dalam hal ini memberikan terapi yang biasanya diberikan di klinik dan cukup mahal. Dan ini kami membantu memfasilitasi bagi warga yang bisa dikatakan tidak mampu," ujar Fauzi di sela-sela mendampingi penyandang disabilitas.

Untuk terapi kali ini,  ada 10 terapis yang memberikan materi kepada penyandang disabilitas ataupun memijat bagi yang cacat berat seperti fisik dan mental. "Terapinya, kami bekerjasama dengan layanan terapi, dengan 10 terapis yang menangani," katanya.

Pada penyelenggaraan terapi itu,  di setiap kecamatan ada kuota 50 anak yang didampingi keluarganya. Sehingga jika di Kota Malang ada 5 kecamatan, kuota penyandang disabilitas yang mendapat fasilitas terapi mencapai  250 orang.

"Mereka antara lain disabilitas tunawicara, tunagrahita, sama cacat berat semisal fisik dan mental," ungkap Fauzi.

Dengan adanya fasilitas terapi itu, Fauzi berharap penyandang disabilitas bisa terbantu dan memaksimalkan bantuan dari Pemerintah Kota Malang melalui Dinsos-P3AP2KB. 'Harapan kami minimal bisa membantu, terutama bisa membantu keluarga yang kurang mampu, apalagi disabilitas," ujarnya.

Baca Juga : Tarif Masih Rendah, Evaluasi Retribusi Umum Diharapkan Tak Hanya Fokus PAD

Seperti dalam pantauan media ini, para penyandang disabilitas dengan gembira mendapatkan terapi tersebut. Para terapis juga sudah memiliki standar khusus sehingga penyandang disabilitas yang mendapatkan terapi nyaman saat di dekatnya.