Koordinator Penanganan Pelanggaran Bawaslu Kabupaten Malang, George da Silva saat ditemui awak media di Kantor Bawaslu Kabupaten Malang, Kamis (15/10/2020). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes)
Koordinator Penanganan Pelanggaran Bawaslu Kabupaten Malang, George da Silva saat ditemui awak media di Kantor Bawaslu Kabupaten Malang, Kamis (15/10/2020). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes)

MALANGTIMES - Kepala Bidang (Kabid) Olahraga Prestasi, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Malang, Slamet Suyono mangkir dari panggilan Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) Kabupaten Malang pada hari ini, Kamis (15/10/2020). Sedianya, Slamet akan dmintai keterangan terkaait dugaan politik praktis dengan memberikan dukungan pada salah satu pasangan calon di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Malang yang melibatkan dirinya. 

Koordinator Divisi (Kordiv) Penanganan Pelanggaran Bawaslu Kabupaten Malang, George da Silva menjelaskan bahwa ketidakhadiran Slamet bahwa yang bersangkutan beralasan dalam kondisi sakit. "Slamet Suyono kami panggil hari ini tidak hadir. Dia beralasan sakit dan telah menyertakan surat keterangan sakit dari Moderen Klinik Poncokusumo ke Bawaslu," ujarnya ketika ditemui awak media di Kantor Bawaslu Kabupaten Malang, Kamis (15/10/2020). 

Dikarenakan waktu yang telah dekat dengan batasan hari maksimal putusan, George mengatakan bahwa telah melayangkan kembali surat pemanggilan kedua kepada Slamet Suyono. "Karena waktu telah mepet dengan maksimal waktu putusan, kami layangkan lagi surat pemanggilan untuk besok Jumat (16/10/2020) jam 9 pagi," terangnya.

George menjelaskan bahwa di dalam surat keterangan sakit dengan kop Moderen Klinik Poncokusumo yang dilayangkan Slamet kepada Bawaslu Kabupaten Malang tertulis bahwa Slamet harus diisolasi mandiri selama 14 hari. "Surat sakit dengan kop Moderen Klinik Poncokusumo tersebut ditandatangani oleh Siti Sa'udah yang sudah kita konfirmasi ke pihak klinik bahwa itu istri dari Slamet," jelasnya. 

Diketahui bahwa surat keterangan sakit dengan kop Moderen Klinik Poncokusumo yang ditandatangani Siti Sa'udah tersebut pada tanggal 9 Oktober 2020. 

Bawaslu pun juga mengejar batas waktu maksimal untuk melakukan rapat pleno untuk mengeluarkan keputusan bahwa pelanggaran yang dilakukan Slamet termasuk kategori pelanggaran seperti apa. 

Menurut George, jika pada besok hari Jumat (16/10/2020) Slamet Suyono tidak menghadiri pemanggilan kedua dari Bawaslu Kabupaten Malang, dengan terpaksa jajaran komisioner Bawaslu Kabupaten Malang akan melaksanakan rapat pleno untuk hasil keputusan pelanggaran. 

"Panggilan kedua besok ini (16/10/2020) jika Slamet kembali tidak hadir, kami akan melakukan rapat pleno dengan data apa adanya," jelasnya.