Sekretaris Daerah Kabupaten Malang Wahyu Hidayat saat ditemui awak media usai melakukan agenda di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Senin (28/9/2020). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes)
Sekretaris Daerah Kabupaten Malang Wahyu Hidayat saat ditemui awak media usai melakukan agenda di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Senin (28/9/2020). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes)

MALANGTIMES - Tersiar kabar pemerintah pusat akan memberikan vaksin covid-19 kepada masyarakat Indonesia yang berprofesi sebagai anggota TNI-Polri dan tenaga kesehatan pada  November 2020 mendatang. 

Terkait kabar akan diadakannya vaksin covid-19 di Indonesia, Pemerintah Kabupaten Malang dalam hal ini Sekretaris Daerah (sekda) Kabupaten Malang Wahyu Hidayat mengatakan bahwa pihaknya masih menunggu pentunjuk pelaksanaan (juklak).

"Kami tinggal nunggu juklaknya dari pusat. Rencananya kan november. Kami menunggu ketentuan dari pusat dulu," ungkapnya ketika ditemui awak media di gedung DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Kabupaten Malang, Kamis (15/10/2020). 

Wahyu beralasan, jika  tidak terdapat juklak terkait pemberian vaksin covid-19, dikhawatirkan akan menyalahi penggunaan dan pembagiannya kepada masyarakat. 

Terkait skala prioritas pemberian vaksin covid-19 di lingkup Kabupaten Malang, meskipun di beberapa media nasional menyebut bakal diutamakan kepada tenaga kesehatan dan TNI-Polri, Wahyu tetap masih menunggu juklak resmi dari pemerintah pusat. 

"Ya tunggu juklak aja. Nanti saya ngomong prioritas, juklaknya beda. Kalau baca di koran seperti itu, tapi nanti lebih baik kita nunggu juklak saja," ucapnya. 

Senada dengan Sekda, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Malang Arbani Mukti Wibowo mengatakan bahwa pihaknya masih menunggu petunjuk teknis (juknis) terkait kabar pemberian vaksin covid-19. 

"Memang ada kabar sudah ada vaksin. Tapi kami belum ada juknis berapa vaksin yang akan diberi. Kami masih menunggu," ujarnya. 

Namun jika nantinya vaksin covid-19 sudah tiba, mantan Direktur Utama RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) Lawang ini akan memberikan prioritas kepada tenaga kesehatan yang bersinggungan langsung dengan pasien covid-19. 

"Karena mereka yang bersinggungan langsung dengan pasien covid-19. Jadi, untuk antisipasi penularan saat merawat. Kami prioritaskan untuk tenaga kesehatan," katanya.