Hotman Paris (Foto:  Hops.ID)
Hotman Paris (Foto: Hops.ID)

MALANGTIMES - Pengacara kondang Hotman Paris rupanya turut memberikan tanggapan soal UU Cipta Kerja yang menuai polemik. Beberapa kali, ia mencoba memberikan tanggapan tersebut melalui akun Instagram pribadinya @hotmanparisofficial.  

Diam-diam, Hotman ternyata juga mempelajari draf UU Cipta Kerja yang disahkan pada Senin (5/10/2020). Dalam pemahamannya, Hotman justru mengatakan jika UU Cipta kerja ini menguntungkan buruh dan pekerja.  

Baca Juga : Beda Pendapat dengan AHY soal UU Ciptaker, Ferdinand Hutahaean Pilih Mundur dari Demokrat!

 

Dalam video yang diunggahnya di akun @hotmanparisofficial, ia menjelaskan dalam UU itu ada pasal yang mewajibkan pengusaha untuk membayar pesangon buruh atau pekerja. Apabila tak dibayarkan, kata Hotman, maka pengusaha itu dianggap telah melakukan tindak pidana kejahatan dan terancam empat tahun penjara.  

"Berita bagus untuk pekerja, berita bagus untuk para buruh. Saya baru membaca draf Undang-undang Cipta Kerja, Undang-undang Omnibus Law," ujar pengacara 60 tahun itu.  

"Di sini ada pasal yang menyebut, apabila majikan tidak membayar uang pesangon sesuai ketentuan undang-undang ini, akan dianggap melakukan tindak pidana kejahatan dan ancaman hukumannya empat tahun penjara," jelasnya lagi.  

Hotman menilai pasal itu akan sangat menguntungkan para buruh untuk mendapat hak memperoleh pesangon. Dari sisi pengusaha, pasal itu juga akan membuat mereka tertib dalam membayar pesangon bagi pegawainya.  

Baca Juga : Ditolak Sejak Masih Jadi RUU, Naskah Akademik Omnibus Law Tak Tawarkan Solusi

 

"Pasti majikan kalau di-LP, kalau dibuat laporan polisi ke kepolisian mengenai pesangon, bakal buru-buru membayar uang pesangon," serunya.

Lebih lanjut, Hotman menegaskan jika langkah ini yang sangat bagus.

 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Dr. Hotman Paris SH MH (@hotmanparisofficial) pada