Paslon Heri Cahyono-Gunadi Handoko seusai mengambil nomor urut yang bertempat di Gedung DPRD Kabupaten Malang, Rabu (14/10/2020). (Foto: Tubagus Achmad/ MalangTIMES)
Paslon Heri Cahyono-Gunadi Handoko seusai mengambil nomor urut yang bertempat di Gedung DPRD Kabupaten Malang, Rabu (14/10/2020). (Foto: Tubagus Achmad/ MalangTIMES)

MALANGTIMES - Pasangan Calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Malang dari jalur independen yakni Heri Cahyono-Gunadi Handoko telah mendapatkan nomor urut tiga untuk berkontestasi di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Malang 2020. 

Calon Bupati (cabup) Heri Cahyono atau yang lebih akrab disapa Sam HC mengatakan bahwa nomor tiga merupakan sesuai keinginan dari tim Malang Jejeg ataupun dari dirinya pribadi. 

"Sesuai keinginan. Anak ku tiga, pesertanya tiga, terus kemudian verfak tiga kali. Pemilu tanggal 9 Desember, pesertanya tiga, dibagi tiga ya tiga. Jadi tiga semuanya," ungkapnya ketika ditemui awak media seusai mengambil nomor urut, Rabu (14/10/2020). 

Sam HC pun setelah mendapatkan nomor urut tersebut merasa biasa-biasa saja tetapi tentunya dirinya bersama Tim Malang Jejeg merasa bersyukur atas ditempatkannya dirinya sebagai paslon nomor urut tiga. 

"Euforianya nanti dibalas dengan kerja keras. Karena kita praktis tidak ada dua bulan ya itu waktu kita bisa ngebut untuk jalan dan memanfaatkan waktu sebaik-baiknya," jelasnya. 

Untuk waktu kampanye pun Sam HC bersama Tim Malang Jejeg masih menunggu penentuan zona kampanye dari KPU (Komisi Pemilihan Umum) Kabupaten Malang. 

Nantinya untuk format kampanye yang dilakukan Sam HC dengan Sam GH akan tetap sama yakni sambang dulur dan blusukan ke pelosok-pelosok desa yang ada di Kabupaten Malang. 

"Jadi tidak ada panggung-panggung. Adanya panggung rakyat, jadi bisa di sawah, bisa di rumah, bisa di lapangan. Kita seperti yang dulu," terangnya. 

Meskipun dari pelaksanaan kampanye, paslon Sam HC-Sam GH bersama Malang Jejeg akan tertinggal start kampanye sekitar kurang lebih dua minggu dengah paslon lainnya, Sam HC pun tidak mempermasalahkan hal tersebut. 

"Nggak (masalah, red). Kan sing sepuh-sepuh duluan. Lek wong enom mlayune banter (kalau orang muda larinya kencang, red)," ujarnya. 

Disinggung mengenai target kemenangan melawan dua paslon lainnya yang maju dari jalur partai politik (parpol) dan telah memulai kampanye sejak 26 September 2020 yang lalu, Sam HC mengatakan bahwa dirinya menargetkan menang dengan menjual program kerja. 

"Aku nggak jual gambar, saya bukan misal e dijual gambar trah soekarno atau keturunan kyai. Nggak. Kita rakyat jelata. Kita menjual program. Ada jejeg 9 banyak, nanti program itu yang kita jual," jelasnya. 

Dari program tersebut, Sam HC pun nantinya akan melakukan penandatanganan di atas materai sebagai bentuk komitmen dan tanggung jawab bahwa program tersebut tidak hanya terucap hanya di mulut saja. 

"Saya mengimbau jadi yang menang biar rakyat jangan yang menang bupatinya. Ayo calon lain, kalau janji politik tanda tangan di atas materai, baru anda sungguh-sungguh memang mau bekerja untuk rakyat dan memajukan Malang," bebernya. 

Jika semua bermaterai, disampaikan oleh Sam HC bahwa seluruh program dan janji politik yang terlontar serta ditandatangani oleh peserta Pilkada Kabupaten Malang akan memenangkan rakyat. 

"Kita memulai tradisi baru, Malang Jejeg salah satunya berakhirnya era ngapusi," pungkasnya. 

Sebagai informasi bahwa tahapan awal kampanye akan dilakukan oleh paslon dari jalur independen yakni Heri Cahyono-Gunadi Handoko pada hari Jumat (16/10/2020).