Calon Bupati Lathifah Shohib saat mengunjungi dan menyapa masyarakat Kabupaten Malang. (Foto: Dok. Malang Bangkit)
Calon Bupati Lathifah Shohib saat mengunjungi dan menyapa masyarakat Kabupaten Malang. (Foto: Dok. Malang Bangkit)

MALANGTIMES - Pemimpin daerah perempuan yang ada di Jawa Timur (Jatim) selalu menjadi perbincangan hangat, baik di regional maupun nasional. 

Secara jumlah, untuk di Provinsi Jatim setidaknya terdapat 10 perempuan tangguh yang menjabat sebagai pimpinan daerah. Dari hasil kerja keras seorang pemimpin perempuan tersebut, banyak sekali prestasi-prestasi dan kemajuan pada masing-masing daerahnya. 

Baca Juga : Cabup Lathifah Shohib Inginkan Seni dan Budaya Kabupaten Malang Go Internasional

Sebut saja Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, yang perlahan dapat berhasil menurunkan kurva perkembangan Covid-19 di wilayahnya. Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini terkenal dengan ketegasannya, serta Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko yang sudah dikenal dengan beragam prestasinya dalam memajukan Kota Batu, khususnya dalam bidang pariwisata. 

Menurut Peneliti LSI (Lembaga Survei Indonesia) Denny JA, Dito Arief Nurakhmadi, trend positif pada pemimpin perempuan di Jatim membuat jumlah yang terus bertambah. Bahkan jika dilihat dari segi kualitas, pemimpin perempuan juga dapat memajukan daerahnya masing-masing. 

"Contoh paling bagus adalah Wali Kota Surabaya dan Gubernur Jawa Timur. Kerja beliau berdua sudah diakui secara nasional," ujarnya, Selasa (13/10/2020). 

Meskipun Provinsi Jatim yang masyarakatnya terkenal dengan corak nasionalis-religius, dikatakan Dito, bahwa kemunculan dan kehadiran pemimpin perempuan masih mendapatkan respon yang sangat baik dari masyarakat. 

"Isu gender bahkan tidak tampak dalam dinamika pemilih dalam banyak momen politik di Jatim," terang pria yang juga alumnus FIA Universitas Brawijaya ini. 

Hal itu menjadi sebuah keniscayaan pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020 yang akan terpilih kembali sosok-sosok pemimpin perempuan di Jatim  yang bakal menjadi tonggak kemajuan di masing-masing daerah. 

"Tidak menutup kemungkinan di Kabupaten Malang yang memiliki calon bupati perempuan," ujarnya. 

Pria yang juga sedang menempuh Program Doktoral Universitas Brawijaya ini juga menjelaskan, bahwa terkait Calon Bupati Malang Lathifah Shohib, memiliki banyak pengalaman serta nasab kepemimpinan dari seorang ulama besar di Indonesia dan salah satu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) yakni KH. Bisri Syansuri. 

Baca Juga : Paslon LaDub Ajak Artis Ibu Kota Tommy Kurniawan untuk Pendidikan Politik

"Beliau kita tahu memiliki nasab yang baik dari segi kepemimpinan yakni sebagai cucu pendiri NU dan juga mantan Anggota DPR RI. Jadi saya kira beliau sudah berpengalaman," jelasnya. 

Sementara itu Lathifah Shohib yang saat ini sedang sibuk untuk berkampanye, baik secara door to door maupun virtual menyatakan, kesiapannya untuk melanjutkan trend positif pemimpin perempuan di Jatim. 

"Perempuan harus menjadi bagian penting dalam proses pengambilan kebijakan dan turut menentukan arah pembangunan daerah," ungkapnya. 

Menurut Bu Nyai-sapaan akrabnya- bahwa sudah saatnya perempuan turut mewarnai panggung kontestasi politik dan menjadi penentu arah kebijakan pemerintahan, dengan masuk menjadi pemimpin di dalam roda pemerintahan.

Bahkan, Bu Nyai juga menerangkan, bahwa berdasarkan data saat ini banyak negara yang memiliki pemimpin perempuan dan berhasil menangani Covid-19. 

"Banyak negara yang dipimpin perempuan justru dinilai berhasil mengendalikan penyebaran Covid-19, seperti di Jerman dan Selandia Baru," pungkasnya.