Calon Bupati Malang, Lathifah Shohib (baju hijau) saat melihat koleksi batik yang ada di Rumah Seni Budaya Singhasari. (Foto: Dok. Malang Bangkit)
Calon Bupati Malang, Lathifah Shohib (baju hijau) saat melihat koleksi batik yang ada di Rumah Seni Budaya Singhasari. (Foto: Dok. Malang Bangkit)

MALANGTIMES - Calon Bupati Malang Lathifah Shohib menginginkan kesenian dan kebudayaan asli Kabupaten Malang dapat terkenal di tingkat nasional bahkan hingga internasional. 

Keinginan tersebut merupakan salah satu program yang akan dikerjakan ke depan oleh pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Malang Lathifah Shohib-Didik Budi Muljono (LaDub) untuk lima tahun ke depan, jika diamanahkan sebagai pimpinan baru Kabupaten Malang. 

Baca Juga : Paslon LaDub Ajak Artis Ibu Kota Tommy Kurniawan untuk Pendidikan Politik

Hal tersebut juga dibuktikan oleh Bu Nyai Lathifah -sapaan akrabnya-, salah satunya meninjau langsung  ke Rumah Seni Budaya Singhasari yang berada di wilayah Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. 

Dalam kunjungannya tersebut, Bu Nyai melihat langsung geliat para seniman yang menggeluti bidang seni gamelan asli Malang yang masih jarang mendapatkan perhatian dari pemerintah. 

"Seni gamelan Malang memiliki potensi untuk ditampilkan dalam even nasional bahkan internasional. Peran pemerintah, harus ada dalam menggeliatkan seni tersebut," tuturnya. 

Karena sejak awal paslon LaDub melihat potensi pariwisata yang sangat besar di Kabupaten Malang. Hal ini akan semakin diminati jika diintegrasikan dengan kesenian dan kebudayaan asli Malang. 

"Paslon Ladub ingin mengembangan pariwisata berbasis seni dan budaya. Di Kabupaten Malang ada banyak seni dan budaya, namun mengemas kedua hal tersebut dalam wisata masih belum maksimal," ungkapnya. 

Perempuan yang juga merupakan cucu dari salah satu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) yakni KH. Bisri Syansuri ini juga cukup kaget dengan adanya gamelan asli Kabupaten Malang yang telah berumur lebih dari satu abad dengan kondisi yang masih terawat. 

"Bahkan kita punya benda yang memiliki nilai historis, gamelan berusia 130 tahun. Kekayaan seni budaya inilah yang akan kita eksplorasi ke depan," ucapnya. 

Baca Juga : PKB Kabupaten Malang Sudah Kantongi Nama Pengurus Aktif Partai yang Dukung SanDi

Gamelan asli Kabupaten Malang yang telah berusia 130 tahun tersebut di rawat oleh Rumah Seni Budaya Singhasari. Di mana untuk pimpinan seni gamelan di pegang langsung oleh Radha Krisna Devi. 

Dengan merawat barang bersejarah tersebut, merupakan salah satu nilai plus bagi Kabupaten Malang yang masih memiliki gamelan asli Kabupaten Malang berusia 130 tahun. 

Menurut Bu Nyai perlu upaya serius dalam memerhatikan nasib para seniman dan budayawan yang ada di Kabupaten Malang. Pasalnya, masih banyak lagi para seniman dan budayawan yang kerap kali luput dari perhatian pemerintah. Untuk lima tahun ke depan, Bu Nyai dan Pak Didik Budi bersama tim pemenangan di Malang Bangkit juga telah merancang road map pengembangan seni dan budaya di Kabupaten Malang agar menjadi perhatian dunia. 

"Dengan begitu seniman dan budayawan bisa menyalurkan visi dan misi mereka dalam membangun dan mengembangkan seni dan budaya di Kabupaten Malang," tandasnya. 

Maka dari itu, kunjungan-kunjungan ke para seniman dan budayawan untuk mendengar langsung keluh kesahnya akan terus dilakukan oleh paslon LaDub. Karena kesenian dan kebudayaan asli Kabupaten Malang merupakan salah satu nilai plus yang dimiliki oleh Kabupaten Malang.