Pasangan Calon Lathifah Shohib-Didik Budi Muljono bersama Tommy Kurniawan (berbaju putih sebelah kiri) saat setelah mengisi pendidikan politik, Minggu (11/10/2020). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes)
Pasangan Calon Lathifah Shohib-Didik Budi Muljono bersama Tommy Kurniawan (berbaju putih sebelah kiri) saat setelah mengisi pendidikan politik, Minggu (11/10/2020). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes)

MALANGTIMES - Kontestan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Malang mulai mengajak artis ibukota untuk berkampanye. Langkah ini dilakukan oleh Pasangan Calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Malang, Lathifah Shohib-Didik Budi Muljono (LaDub) bersama tim pemenangan Malang Bangkit. Melalui kegiatan pendidikan politik millenial LaDub  mengajak serta artis ibu kota Tommy Kurniawan, Minggu (11/10/2020).

Aktor, model sekaligus bintang iklan yang akrab dipanggil dengan Tommy ini dihadirkan sebagai pemateri dalam agenda bertajuk "Pendidikan Politik Untuk Pemilih Pemula" yang digelar di salah satu hotel di Kota Malang.

Baca Juga : Blusukan ke Desa, Mantan Bupati Malang Sujud Ikut Kampanyekan Paslon LaDub

Tommy yang juga menjabat sebagai Ketua Umum DKN (Dewan Koordinasi Nasional) Garda Bangsa ini mengatakan kegiatan pendidikan politik yang digelar oleh Paslon LaDub, cukup tepat. Karena baginya, dalam kehidupan sehari-hari tidak terlepas dari kegiatan maupun keputusan-keputusan politik. "Dalam acara ini kita melakukan pendidikan politik terhadap anak-anak muda bahwa segala sesuatu di kehidupan sehari-hari kita di-Brainstorming itu tidak lepas dari keputusan-keputusan politik," ungkapnya ketika ditemui awak media, Minggu (11/10/2020).

Tahapan selanjutnya, ketika anak-anak muda telah memahami terkait pentingnya politik dalam berkehidupan sehari-hari, Tommy menyampaikan bahwa ke depan paslon LaDub akan menyediakan ruang kreativitas baru bagi para anak-anak muda.

"Selama ini anak-anak muda ini dijadikan objek. Sekarang saya minta ke pasangan calon LaDub, berikan ruang kreativitas supaya mereka bisa Go nasional dan Go internasional," jelasnya.

Terkait ruang kreativitas sendiri disampaikan oleh Tommy bahwa nantinya dari tim paslon LaDub akan melakukan pendataan minat bakat, yang dari pendataan tersebut akan disediakan ruang-ruang akses dan fasilitas anak-anak muda agar berkembang.

Karena posisi anak-anak muda saat ini menjadi salah satu yang berpengaruh dan memegang peranan penting dalam Pilkada Kabupaten Malang 2020. "Karena ada 27 persen dari partisipasi pemilih.  Kurang lebih ada di sekitar 500 ribuan. Ini justru peran pemuda itu penting," terangnya.

Baca Juga : Cabup Malang Lathifah Shohib Ziarah ke Makam Bung Karno, Ungkap Kedekatan dengan Keluarga Besar Proklamator

Karena jika anak-anak muda tidak mengambil bagian dalam Pilkada Kabupaten Malang 2020, Tommy menuturkan bahwa jangan salahkan jika pemuda kedepan hanya dijadikan objek. "Jangan salahkan peran pemuda itu akan selalu menjadi objek. Mari kita menjadi subjek bagian dari pada kemajuan kabupaten malang khususnya," tegasnya.

Sementara itu, terkait peran Garda Bangsa sendiri yang merupakan Badan Otonom dari PKB, Tommy menjelaskan bahwa Garda Bangsa akan menjadi sebuah alat konsolidator antara paslon dan anak-anak muda. "Lebih kepada bagian dari alat Bu Nyai supaya bisa menjadi konsolidator para anak muda ini, agar mereka mempunyai kepanjangan tangan ketika mereka tidak memiliki akses," jelasnya.

Salah satu nantinya cara yang digunakan oleh Garda Bangsa dalam membantu pemenangan paslon LaDub yakni dengan mengisahkan hal-hal yang baik dan positif dari paslon LaDub. "Bu Nyai Lathifah sudah berpengalaman, juga anggota DPR-RI, Pak Didik juga berpengalaman. Anak muda nggak bisa pilih langsung, tapi dia melihat sosok," tutur pria yang juga sebagai anggota DPR-RI ini. 
Karena rata-rata anak muda saat ini dikatakan Tommy, berfikir lebih kritis dan juga cerdas dalam memilih calon yang akan dipilih. "Saya rasa LaDub ini adalah sosok yang paling tepat untuk bisa memimpin Kabupaten Malang," pungkasnya.