Sampah berserakan diantara pendemo (Hendra Saputra)
Sampah berserakan diantara pendemo (Hendra Saputra)

MALANGTIMES - Demo menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja oleh buruh dan mahasiswa di DPRD Kota Malang Kamis (8/10/2020) menyisakan sampah yang tidak sedikit. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang mencatat sampah yang diangkut dari kawasan tempat demo yang berakhir ricuh itu mencapai 5 ton.

Kepala Bidang (Kabid) Persampahan dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) DLH Kota Malang Joao Maria Gomes de Carvalho, meski  sampah  mencapai 5 ton, petugas kebersihan sigap membuat jalanan di Kota Malang bisa kembali bersih.

Baca Juga : Musim Hujan Tiba, DLH Kota Malang Ingatkan Warga Jaga Sungai Tetap Bersih

Sampa yang dikumpulkan menggunung karena massa yang turun berjumlah ribuan orang. Mereka memadati  kawasan bundaran Tugu atau di depan gedung DPRD Kota Malang. 

"Itu banyak sampah dari pecahan kaca, batu, tembok yang rontok. Tapi petugas langsung membersihkan sehingga tidak mengganggu pengguna jalan keesokan harinya," kata kabid yang akrab disapa Joe itu.

Joe menganggap kebersihan adalah tugas DLH Kota Malang. Namun, DLH akan berterima kasih dan menilai sangat lebih baik bila peserta unjuk rasa dan yang lainnya bisa menjaga kebersihan. Apalagi, tujuan demonstrasi sendiri hanya menyampaikan aspirasi, bukan berbuat ricuh dan  mengotori jalanan.

Untuk diketahui, demonstrasi pada Kamis (8/10/2020) kemarin berakhir pukul 17.15 WIB. Setelah itu, petugas kebersihan datang dan membersihkan sampah. Diketahui pada pukul 18.30 WIB jalanan sudah kembali bersih.