Tong untuk memilah sampah organik atau non organik (istimewa)
Tong untuk memilah sampah organik atau non organik (istimewa)

MALANGTIMES - Gerakan pengurangan sampah dengan program 3R (Reduce, Reuse, Recycle)  yang terus digalakkan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang nampaknya mulai menuai hasil positif. Dengan menggandeng kampung yang menjadi percontohan seperti RW 03 Kelurahan Sukun, DLH mampu mencacatkan persentase meningkat dari tahun 2019.

Bahkan, saat ini sudah meningkat kurang lebih hingga 22,55 persen. Peningkatan partisipasi itu sesuai dengan target Kota Malang menjadi kota bersih dengan banyaknya pengurangan sampah.

Baca Juga : Buat Kawasan TPU Sukun Nasrani Semakin Bermanfaat, Ini Rencana Apik UPT PPU

"Karena target 2025 kan untuk pengurangannya sampai 35 persen, sekarang ada peningkatan dari 2019 kemarin 21,70 persen, dan sekarang sudah meningkat sampai dengan Juni kemarin kita update datanya sudah 22,55 persen," kata Kepala DLH Kota Malang, Rinawati.

Rinawati mengaku bangga atas partisipasi yang terus digalakkan oleh masyarakat, pasalnya dengan 3R tersebut masyarakat akan terbiasa hidup berdampingan dengan kebiasaan yang kurang lazim karena berhubungan dengan sampah. Akan tetapi, jika dilakukan nantinya akan membuahkan hasil dan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat ditengah pandemi covid-19.

"Jadi pengurangan sampahnya sudah meningkat, berarti itu menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat di dalam 3R, itu sudah meningkat. Jadi harapan kami untuk mewujudkan Kota Malang yang sehat yang bersih, lingkungan berkualitas kita harus bersama-sama untuk bisa menjaga lingkungan dan memelihara lingkungan," ungkap Rinawati.

Untuk masyarakat yang belum bisa melakukan 3R di wilayahnya, Rinawati berharap hal itu bisa dilakukan mulai dari rumah, sehingga nanti kebiasaan tersebut bisa ditularkan kepada lingkungan sekitar. Dan dampaknya juga akan bagus bagi kesehatan masyarakat karena tidak ada lagi sampah menumpuk yang menyebabkan virus semakin berkembang.

Baca Juga : Ramai Isu Bencana, 79 Persen Kelurahan di Kota Malang Sudah Berstatus Tangguh Bencana

"Mulai dari rumah tangga bisa dipilah, yang organik dan non organik di pilah-pilah lagi. Bisa didaur ulang untuk kerajinan dijual dan lain sebagainya. Untuk itu harapan kita mendorong masyarakat lebih meningkatkan kepedulian, dan merubah perilaku untuk mengelolah sampahnya dari rumah," pungkasnya.