Terkait Sanksi Dugaan Pelanggaran ASN, Pemkab Malang Tunggu Hasil Pemeriksaan Bawaslu

Oct 08, 2020 17:58
Sekda Kabupaten Malang, Wahyu Hidayat saat menjelaskan langkah Pemkab Malang terkait dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh ASN yang kedapatan membagikan gambar Paslon LaDub (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)
Sekda Kabupaten Malang, Wahyu Hidayat saat menjelaskan langkah Pemkab Malang terkait dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh ASN yang kedapatan membagikan gambar Paslon LaDub (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)

MALANGTIMES - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang mengaku bakal segera berkoordinasi dengan Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) Kabupaten Malang, terkait dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh ASN (Aparatur Sipil Negara) yang kedapatan membagikan gambar dan program salah satu Paslon (Pasangan Calon) Bupati dan Wakil Bupati Malang.

”Iya (ada salah satu ASN yang diduga membagikan gambar paslon Pilkada, red),” ujar Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang Wahyu Hidayat, Kamis (8/10/2020) siang.

Baca Juga : Temukan 6 Pelanggaran, Bawaslu Kabupaten Malang Beri Peringatan Paslon SanDi

Meski membenarkan jika dirinya mendapat informasi terkait temuan tersebut, tetapi Wahyu mengaku masih belum koordinasi dengan Bawaslu.

”Tapi kan nanti biar diproses oleh Bawaslu dulu. Saya juga tidak bisa melihat bahwa ini betul apa tidak (pelanggaran), nanti biar Bawaslu laporan dan koordinasi dengan kita (Pemkab Malang, red),” sambung Wahyu saat ditemui di Pringgitan Pendopo Agung, Kamis (8/10/2020).

Seperti yang sudah diberitakan, salah satu oknum ASN yang diduga membagikan gambar salah satu paslon Bupati dan Wakil Bupati Malang itu, adalah Kabid Olahraga Prestasi Dispora (Dinas Pemuda dan Olahraga) Kabupaten Malang, Slamet Suyono.

Dalam gambar yang dibagikan oleh Slamet ke salah satu grup WhatsApp itu, terpampang gambar paslon nomor urut 2, Lathifah Shohib-Didik Budi Muljono lengkap dengan program yang diusung oleh pasangan LaDub tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun media online ini, kejadian tersebut terjadi pada Rabu (7/10/2020) pagi sekitar pukul 10.00 WIB.

Meskipun sudah viral dan menjadi pembicaraan di kalangan Pemkab Malang, tetapi Sekda Kabupaten Malang masih belum bisa memberikan sanksi dalam waktu dekat ini. Alasannya, karena dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh ASN itu merupakan ranah dari Bawaslu.

”Sanksi kita masih belum tahu, karena itu kan ranahnya Bawaslu. Nanti biar diproses oleh Bawaslu untuk membuktikan itu (dugaan pelanggaran, red),” ungkap Sekda Kabupaten Malang.

Nantinya, lanjut Wahyu, jika memang Bawaslu  menyatakan jika yang dilakukan oleh oknum ASN itu merupakan pelanggaran, maka Pemkab Malang dipastikan bakal memberikan sanksi tegas terhadap yang bersangkutan. 

Baca Juga : Hasil Swab Negatif, Bapaslon Independen Jalani Tes Psikologi dan Wawancara di RSSA

”Kalau memang terbukti kan Bawaslu akan memberikan rekomendasi pada kita, baru kita (Pemkab Malang) bisa mengambil sanksi,” tegas Wahyu.

Namun jika tidak terbukti melakukan pelanggaran, lanjut Wahyu, maka Pemkab Malang juga tidak bisa memberikan sanksi terhadap ASN yang sementara ini masih diduga melakukan pelanggaran tersebut.

”Tapi kalau tidak terbukti, kita kan tidak bisa (memberikan sanksi, red). Jadi nanti ranahnya Bawaslu, Bawaslu nanti akan melaporkan kepada kita (jika memang ada pelanggaran, red),” ungkap Wahyu.

Sebagai informasi, sampai dengan hari ini (Kamis 8/10/2020) Bawaslu Kabupaten Malang masih mendalami dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh PNS (Pegawai Negeri Sipil) di lingkungan Pemkab Malang tersebut.

Bahkan, beberapa saat setelah membagikan gambar paslon LaDub, Slamet Suyono terpantau memberikan penjelasan di grub WhatsApp sebelum akhirnya mendatangi kantor Bawaslu Kabupaten Malang, untuk mengklarifikasi kejadian tersebut.

Topik
Bawaslu Kabupaten Malang Sekda Kabupaten Malang Wahyu Hidayat

Berita Lainnya

Berita

Terbaru