Potret dua mobil dinas Pemkot Malang yang rusak akibat aksi unjuk rasa di kawasan Alun-Alun Tugu Malang. (Arifina Cahyanti Firdausi/ MalangTIMES).
Potret dua mobil dinas Pemkot Malang yang rusak akibat aksi unjuk rasa di kawasan Alun-Alun Tugu Malang. (Arifina Cahyanti Firdausi/ MalangTIMES).

MALANGTIMES - Menjelang sore hari, aksi para pendemo tolak UU Omnibus Law Cipta Kerja masih berlangsung. Massa yang semula mengelilingi kawasan Alun-Alun Tugu Malang kini mulai berpencar ke beberapa titik lain.

Dari aksi tersebut, mobil dinas dari Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota (Pemkot) Malang bahkan kena imbas.

Baca Juga : Lima Pejalan Kaki Ditabrak Mobil dan Bus saat Menyeberang, Dua Meninggal

Satu mobil Panwal Satpol PP CRV Kota Malang yang diparkir di samping gedung Balai Kota Malang pun habis hangus terbakar. Para aparat yang berusaha memadamkan api juga cukup kewalahan dan berlangsung cukup lama.

Dari informasi yang didapat MalangTIMES, selain satu mobil terbakar, terdapat 3 mobil dinas lain yang rusak diduga terkena lemparan batu dari aksi unjuk rasa ini.

Di antaranya, mobil dinas dari BPKAD (Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah), Bagian Kehumasan, dan Panwal hitam Hilux.

Sebelumnya, dari pantauan MalangTIMES beberapa oknum massa membuat anarki dengan aksi lempar batu, petasan dan botol air minum ke gedung DPRD dan Balai Kota Malang.

Baca Juga : Kencan Pertama, Mobil Masuk Makam, si Pria Meninggal di Tempat

Pihak aparat keamanan sudah berupaya menghalau dengan menembakkan gas air mata dan water canon. Namun, aksi masih terus bergerak. "Tolong jangan anarki, jangan ricuh, jangan berbuat yang merugikan orang lain," ucap petugas keamanan yang terdengar melalui mikrofon.

Hingga saat ini, para peserta aksi kembali bertahap memadati kawasan Alun-Alun Tugu Malang. Informasi sementara, pihak kepolisian mengantisipasi kegaduhan lanjutan dengan melakukan sweeping.