Direktur Perumdam Among Tirto, Sunaedi. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Direktur Perumdam Among Tirto, Sunaedi. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Pada tahun 2019 silam Perusahaan Daerah Air Minum (Perumdam) Among Tirto mencatat ada 133 titik sumur bor di Kota Batu. Karena itu pihaknya bersama Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum (Hippam) di Kota Batu melakukan kajian dampak sumur bor.

“Untuk saat ini kami melakukan kajian dampak sumur bor terhadap debit sumber air. Ya untuk Perumdam dan Hippam,” ungkap Direktur Perumdam Among Tirto, Sunaedi, Selasa (6/10/2020).

Baca Juga : Pariwisata Kembali Bergerak, Sampah di Kota Batu Capai 70 Ton per Hari

Dengan kajian itu sebagai bahan untuk usulan kepada Pemkot Batu agar membatasi perizinan sumur bor di Kota Batu. Sebab jika tidak dilakukan pembatasan yang ditakutkan sumber air akan terus berkurang.

Apalagi di tahun 2020 ini masih bertambah adanya sumur bor di empat titik. Yakni berada Desa Punten, Desa Pandanrejo, Kelurahan Ngaglik, Jalur Lintas Barat di Desa Oro-oro Ombo.

Hal tersebut lantaran tidak adanya regulasi pendirian sumur bor. Sehingga membuat eksploitasi berlebihan yang mengakibatkan terjadinya krisis air.

Yang akhirnya membuat dua sumber mata air milik Perumdam Among Tirto mengalami penurunan debit yakni di Sumber Darmi Desa Oro-Oro Kecamatan Batu dan Sumber Kasinan Desa Pesanggrahan Kecamatan Batu.

Baca Juga : Rawan Tumbang, 70 Pohon di Kota Batu akan Dieksekusi

Untuk sumber darmi tercatat jika semula debitnya 24 liter per detik kini ada penurunan 6 liter per detik saat ini menjadi 18 liter per detik. Sedangkan untuk sumber kasinan, sebelumnya 4,2 liter per detik saat ini turun 1,1 liter menjadi 3,5 liter per detik.

 “Karena itu pihak Perumdam Among Tirto bersama Hippam Kota Batu berencana mengusulkan pembatasan izin sumur bor di Kota Batu. Supaya tidak berimbas pada pengurungan debit,” tutupnya.