Warga saat menikmati Sumber Umbul Gemulo di siang hari. Sumber ini terletak di depan Hotel Purnama, Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Warga saat menikmati Sumber Umbul Gemulo di siang hari. Sumber ini terletak di depan Hotel Purnama, Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Adanya sumur bor ilegal cukup membuat resah terutama di kawasan Kota Batu. Bagaimana tidak, salah satu imbasnya adalah pengurangan debit air di beberapa titik sumber di Kota Batu.

Tercatat di Perusahaan Daerah Air Minum (Perumdam) Among Tirto Sunaedi ada dua sumber yang mengalami penurunan debit air. Dua sumber milik Perumdam Among Tirto itu yakni di Sumber Darmi Desa Oro-Oro Ombo Kecamatan Batu dan Sumber Kasinan Desa Pesanggrahan Kecamatan Batu.

Baca Juga : Pariwisata Kembali Bergerak, Sampah di Kota Batu Capai 70 Ton per Hari

 

Untuk Sumber Darmi tercatat jika semula debitnya 24 liter per detik kini ada penurunan 6 liter per detik saat ini menjadi 18 liter per detik. Sedangkan untuk Sumber Kasinan, sebelumnya 4,2 liter per detik saat ini turun 1,1 liter menjadi 3,5 liter per detik.

“Turunya debit air di dua sumber tersebut salah satu faktornya banyaknya sumur bor di Kota Batu, sehingga berimbas penurunan debit air di dua sumber di Kecamatan Batu,” ungkap Direktur Perumdam Among Tirto, Sunaedi.

Ia menambahkan, jika hanya ada dua sumber saja yang mengalami penurunan debit, sisanya masih aman. Di antaranya Sumber Torongbelok di Dusun Tambuh Kelurahan Songgokerto 16 liter per detik, Lalu Sumber Gemulo Dusun Bulukerto Desa Punten 55 liter per detik.

Kemudian Sumber Banyuning Dusun Banyuning Desa Punten 148 liter per detik, dan Sumber Ngesong Dusun Payan Desa Punten 74,90 liter per detik.

Baca Juga : Rawan Tumbang, 70 Pohon di Kota Batu akan Dieksekusi

 

Ke depan Perumdam Among Tirto bersama Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum (Hippam) di Kota Batu akan berupaya menyelamatkan sumber mata air di Kota Batu untuk meningkatkan kualitas air.

“Bersama Hippam sudah sepakat bagaimana produk yang dikelola harus memperhatikan empat hal. Di antaranya kualitas, kuantitas, kontiunitas dan berkelanjutannya,” tutupnya.