Pertahun Produksi 17 Ribu Ton, Lele dan Nila Dominasi Komoditas Ikan di Kabupaten Malang

Oct 05, 2020 17:46
Perahu milik nelayan di Sendang Biru sesaat sebelum melaut mencari ikan (Foto: Dokumen MalangTIMES)
Perahu milik nelayan di Sendang Biru sesaat sebelum melaut mencari ikan (Foto: Dokumen MalangTIMES)

MALANGTIMES - Sektor perikanan menjadi salah satu komoditas yang bakal terus dioptimalkan oleh Pemkab (Pemerintah Kabupaten) Malang. Pasalnya, meski terpantau para pembudidaya ikan sudah tersebar di seluruh kecamatan, namun jumlah produksi ikan dirasa masih kurang mumpuni untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kabupaten Malang.

”Jadi budidaya ikan di Kabupaten Malang itu hampir menyebar di seluruh kecamatan, namun masih akan terus kami tingkatkan untuk memenuhi permintaan pasar,” kata Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Malang, Victor Sembiring.

Baca Juga : OJK Malang Janji Koordinasi dengan Pemda Malang untuk Pulihkan Ekonomi

Dari analisa Dinas Perikanan, dijelaskan Victor, setidaknya ada dua sektor komoditas ikan yang sampai bulan Oktober 2020 ini, masih masif dibudidaya di seluruh wilayah di Kabupaten Malang. Ke-dua komoditas ikan tersebut adalah lele dan nila.

”Budidaya ikan sebenarnya sudah cukup masif dan sudah membudidaya di masyarakat Kabupaten Malang. Terutama budidaya ikan lele dan nila,” terang Victor.

Selain menonjol di sektor produksi jenis ikan tawar, lanjut Victor, hasil tangkapan para nelayan ikan di lautan terpantau juga sudah bisa membackup kebutuhan konsumsi ikan di Kabupaten Malang.

”Selain ikan air tawar, Kabupaten Malang juga punya potensi ikan di laut. Hasil penangkapannya juga tidak kalah bagusnya dengan budidaya ikan di perairan daratan,” terang Victor.

Jika dikalkulasikan, diterangkan Victor, sektor perikanan di Kabupaten Malang dalam setahun mampu memproduksi hingga belasan ribu ton ikan. ”Produksi ikan itu sekitar 17 ribu ton, itu pertahun,” kata Victor.

Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yakni 2019 produksi ikan di Kabupaten Malang terpantau stagnan. ”Tahun 2019 itu (produksi ikan, red) sekitar 17 ribu ton, didominasi ikan lele dan nila,” terangnya.

Produksi ikan yang terpantau stabil itu, membuat Dinas Perikanan Kabupaten Malang berencana akan terus menggencarkan sektor produksi ikan. Baik ikan air tawar maupun ikan hasil tangkapan di lautan.

Baca Juga : Tumbuhkan Ekonomi, Kpw BI Malang Minta Pemkot Malang Akselerasi lewat APBD

Sebab, seperti yang sudah diberitakan, tingkat konsumsi ikan di Kabupaten Malang terus mengalami peningkatan. Terakhir, Dinas Perikanan mencatat daya konsumsi ikan pertahun mencapai 5 kilo perkapita.

Jumlah konsumsi ikan tersebut, diklaim oleh Victor, mengalahkan daya konsumsi sumber protein hewani seperti daging dan telur. Bahkan karena tingginya permintaan, tidak jarang ikan dari luar daerah didatangkan ke Kabupaten Malang.

Namum, meski mendatangkan pasokan dari luar daerah, harga ikan di Kabupaten Malang tidak sampai mengalami kelonjakan yang fantastis. Alasannya, dijelaskan Victor, Pemkab Malang bakal memberikan subsidi jika harga ikan terpantau bakal mengalami kelonjakam harga.

”Potensi ikan laut di Kabupaten Malang juga besar, jadi di saat ikan budidaya air tawar berkurang akan kita subsidi ataupun disuplai dari sektor ikan laut,” ujar Victor.

Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru