Steffani Bpm saat membawakan lagu (Hendra Saputra)
Steffani Bpm saat membawakan lagu (Hendra Saputra)

MALANGTIMES - Tidak salah bila Kota Malang termasuk gudangnya kreativitas bidang seni. Baru-baru ini muncul event bertajuk Suara Mardika yang merupakan kolaborasi antara musisi dan artworker menjadi satu karya seni. 

Event tersebut digagas oleh Kementerian Budaya Urban (Kemenbudur) atau kolektif seniman Kota Malang. Mereka mulai artworker hingga musisi.

Baca Juga : Band Metallic Hardcore Asal Malang Ini Luncurkan Video Lyric "Keputusan Tanpa Moral"

Kreasi lagu dari salah satu musisi Kota Malang, Steffani Bpm, mampu dituangkan dalam suatu wadah sketsa gambar oleh artworker bernama Michael Evan. Kolaborasi tersebut merupakan inovasi karya seni yang diharapkan bisa menggairahkan musisi Kota Malang untuk terus berkreasi.

Yang menarik, nantinya sketsa gambar tersebut dapat diwarnai oleh masyarakat umum yang mendaftar pada event tersebut sesuai selera. Bukan tidak mungkin hasil karya seni tersebut akan menjadi suatu kolaborasi yang akan ditampilkan pada event nasional, bahkan internasional.

"Tujuan kami itu untuk memperkenalkan single terbaru dari Steffani dan karya artwork dari Evan agar bisa lebih diketahui oleh khalayak luas," ujar Neding, penggagas Kemenbudur, Minggu (4/10/2020).

Menurut Neding, saat ini pihaknya terus berusaha berkarya di tengah pandemi covid-19 yang tak kunjung usai.  "Kami berusaha menjaga pijar tetap menyala di tengah kondisi yang semakin gila. Meski kini sedang tak mudah untuk berkreasi, kami berupaya untuk tetap menawarkan ruang kreasi yang mengakomodasi kebutuhan adaptasi pada segala kondisi," ungkap dia.

"Kami ingin mendengar dan menaburkan inspirasi lewat suara-suara yang tertanam dalam sebuah karya visual. Mencoba membiarkan pemakna untuk bisa menafsirkan sendiri dari lagu menjadi sebuah gambar," tambahnya.

Michael Evan yang merupakan artworker dalam kegiatan ini mengungkapkan bahwa ia belum menemui kesulitan ketika menuangkan lagu yang dibawakan Steffani ke dalam sketsa gambar. Justru ia sangat menikmati kolaborasi yang sedang dibuat antara musisi dan artworker.

"Lirik steffani yang aku tangkap aku tuang ke gambar ini dan aku kasih tulisan potongan lirik. Aku sebenarnya masih mau merespons lebih. Ini kan tujuannya untuk diwarnai. Jadi, aku buat sketsanya. Jadi, aku kasih untuk anak-anak di sini agar bisa diwarna sesuai selera masing-masing," ungkap Evan.

Baca Juga : BI Malang Sebut Festival Mbois Bisa Tingkatkan Perekonomian

Di sisi lain, Stefanni Bpm mengungkapkan rasa bahagianya karena dapat berkontribusi dalam event ini. Ia juga mengaku puas lantaran lagunya mampu dituangkan menjadi sebuah sketsa gambar dan diwarnai oleh banyak orang.

"Aku tuh suka emoticon bintang kayak gini. Tapi aku nggak bilang dan belum pernah ngobrol sama Evan. Setelah artwork-nya keluar, aku cukup seneng sih. Tinggal nanti diwarnai sesuai kreasi orang-orang," ungkap Steffani.

Melihat event yang cukup bagus ini, Steffani mengaku ketagihan dan ingin kembali membuat lagu yang nantinya dituangkan menjadi sketsa gambar. Hal itu tak lain karena ia meyakini bisa menjadi wadah bagi semua pelaku seni di Kota Malang untuk bisa berbagi dan bertemu.

"Kan jarang banget acara seperti ini di tengah pandemi juga. Aku seneng banget kalo ada Kemenbudur lagi. Kalau yang sekarang ini menurutku lebih intim aja karena menyesuaikan dengan keadaan sekarang," imbuh Steffani.