Sampah yang ada di TPA Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Sampah yang ada di TPA Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Sampah dari sektor pariwisata menjadi penyumbang terbanyak di Kota Batu. Hal ini terlihat dengan jumlah sampah yang masuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo.

Tercatat jumlah sampah mulai mengalami peningkatan saat sektor pariwisata mulai bangkit. Hal tersebut terlihat dari data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu.

Baca Juga : Entaskan Sisa 73 Hektare Lahan Kumuh, Wali Kota Sutiaji Andalkan Sistem Kolaborasi

Sebelum adanya pandemi Covid-19 pada bulan Februari sampah yang masuk di TPA Tlekung sejumlah 90,4 ton dalam sehari. Setelah pandemi, masuk pada bulan Maret, tercatat jumlah sampah turun drastis hampir setengahnya menjadi 57,8 ton.

Di bulan April ada sedikit peningkat jumlah volume sampah yakni 61,3 ton. Pada bulan Mei ada peningkatan lagi menjadi 68,2 ton. Lalu bulan Juni sedikit ada peningkatan di angka 70,4 ton per hari.

“Di bulan Juli ada penurunan sedikit di angka 69,1 ton per hari. Dan di bulan Agustus ada peningkatan yang cukup drastis mencapai 77,1 ton,” kata Kasi Pengolahan Persampahan DLH Kota Batu Bambang Harnowo.

Ia menambahkan, sektor pariwisata merupakan penyumbang sampah terbanyak di Kota Batu. “Mengingat Kota Batu merupakan kota wisata. Dari seluruh sektor pariwisata terbanyak, apalagi kalau waktu liburan,” ujarnya.

Hanya saja selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) lalu, karena sektor pariwisata ditutup, didominasi oleh sampah rumah tangga. “Sehingga saat masa PSBB jumlah sampah yang masuk di TPA tidak banyak,” jelasnya.

Baca Juga : Rawan Tumbang, 70 Pohon di Kota Batu akan Dieksekusi

Menurutnya, dari tiga kecamatan yang ada di Kota Batu, penyumbang sampah terbanyak berada di Kecamatan Batu. Kurang lebih sebanyak 50 persen sampah jika dibandingkan dengan Kecamatan Junrejo dan Bumiaji.