Lewat Festival Batik Sukun, Pemkot Dorong Batik Khas Sukun Naik Daun

Oct 03, 2020 17:56
Walikota Malang, Sutiaji bersama sang istri saat mencoba membatik khas wilayah Sukun (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Walikota Malang, Sutiaji bersama sang istri saat mencoba membatik khas wilayah Sukun (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Pemkot Malang tengah mengupayakan batik Malang yang mempunyai ciri khas tersendiri, untuk naik daun. Hal itu dilakukan salah satunya dengan mengelar festival batik di areal lokasi TPU Sukun  atau yang dikenal Kuburan Londo yang dikelola UPT Pengelolaan Pemakaman Umum (PPU) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang.

Di lokasi pemakaman yang hijau dan bersuasana sejuk tersebut, Batik Sukun dikenalkan kepada para pengunjung, termasuk para pejabat Pemkot Malang. Batik Sukun mempunyai ciri khas tersendiri, dimana menonjolkan ikon pohon sukun.

Baca Juga : Kisah Pilu Batik Tulis Celaket Kota Malang pada Peringatan Hari Batik Nasional

Pembina Batik Sukun, Nena Bachtiar, menjelaskan, jika ciri khas Batik Sukun memang mengambil filosofis dari pohon sukun. Pohon sukun mempunyai nilai filosofi yang penuh makna mulai dari buah, akar, batang hingga daunnya. Daun pohon sukun yang memiliki 5 jari menjadi salah satu inspirasi Proklamator RI Soekarno melahirkan Pancasila.

Selain itu, pohon ini dikenal dengan pohon kehidupan karena seperti diketahui banyak bermanfaat bagi kehidupan. Pohon ini sendiri banyak sekali tumbuh di wilayah Sukun, sehingga wilayah ini dinamakan Sukun. "Karenanya kami pencinta batik, melihat nilai historis dari Pohon Sukun, menjadikannya sebagai ciri khas batik tulis diwilayah Sukun,"

Batik Sukun sendiri telah lama ditekuni oleh warga Sukun, khusunya di RW 3. Para ibu-ibu telah aktif membatik sejak dua tahun lalu hingga berjalan sampai saat ini. Hasil Batik Sukun bahkan telah sampai ke pasaran Malaysia. "Makanya dengan adanya festival ini, kami harapkan Batik Sukun juga semakin dikenal luas," bebernya.

Sementara itu, Wali Kota Malang yang membuka Festival Batik bersama sang istri sangat mengapresiasi dengan adanya Festival Batik di TPU Sukun Nasrani yang dikenal dengan Kuburan Londo ini. "Saya mengapresiasi hal ini. Tinggal bagaimana ini terus dikembangkan tidak hanya sekedar menjadi batik namun bisa menjadi batik ciri khas Malang, sehingga nantinya bisa menjadi nilai tambah warga Sukun. Ini saya lihat hasilnya snagat luar biasa," bebernya.

Baca Juga : OJK Malang Sebut Perekonomian Malang Raya Baik, meskipun Daya Beli Masyarakat Turun

Melihat hasil yang luar biasa itu Sutiaji meminta warga untuk terus melakukan Inovasi dan pengembangan, yang itu harapannya juga bisa ditularkan kepada wilayah-wilayah lain.

"Selain Batik Sukun, kita juga akan buat batik khas Malang dengan ciri khas pohon trembesi yang ditonjolkan. Dibuat untuk misalnya kelas menengah, untuk turis, untuk anak sekolah namun harga terjangkau. Tapi yang terpenting, batiknya yang membuat adalah warga Malang sendiri, bukan kita ngambil dari luar," pungkasnya.

Topik
batik malang Batik Sukun Wali Kota Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru