Ngeri, Satu Bulan, 126 Pinjol Ilegal Diblokir OJK

Oct 02, 2020 16:51
Salah satu pinjol ilegal (tangkapan layar SMS)
Salah satu pinjol ilegal (tangkapan layar SMS)

MALANGTIMES - Kecanggihan teknologi tak selalu membuat hal positif bagi masyarakat, hal itu dibuktikan dalam bulan September 2020 saja Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tercatat telah memblokir 126 pinjaman online (pinjol) karena diklaim bisa merugikan masyarakat.

Kepala OJK Malang, Sugiarto Kasmuri menyebut bahwa pinjol sebenarnya harus peer to peer lending dimana penyelenggaraan layanan jasa keuangan untuk mempertemukan pemberi pinjaman dengan penerima pinjaman dalam rangka melakukan perjanjian pinjam meminjam melalui sistem elektronik dengan menggunakan jaringan internet.

Baca Juga : Usung Konsep Healthy Life Style, Harris Hotel & Conventions Malang Gelar New Normal Zumba Party

Namun yang saat ini banyak beredar, pinjol ilegal tidak melakukan perjanjian atau dalam artian hanya membutuhkan data tertentu yang kemudian dieksekusi untuk dicairkan dananya. "Pinjol itu harus peer to peer landing, jadi OJK yang mengawasi. Jadi jika tidak memenuhi akidah aturan OJK itu tidak jelas," ujar Sugiarto Jum'at (2/10/2020).

"Dan 126 pinjol ilegal telah di blokir secara nasional pada September ini saja," imbuhnya.

Dikatakan Sugiarto, masyarakat saat ini harus jeli untuk melihat mana financial technology (fintech) mana yang abal-abal dan mana yang benar-benar lembaga pembiayaan. Karena fintech yang sesungguhnya itu dalam pengawasan OJK dan akan selalu tercatat di website resmi. "Masyarakat bisa cek fintech di www.sikapiuangmu.ojk.go.id, disitu list fintech yang diawasi OJK dan yang telah diblokir juga sudah ada," ucap Sugiarto.

Lanjut Sugiarto, fintech ilegal biasanya juga melakukan pengancaman saat melakukan penagihan, hal itulah yang membuat masyarakat resah. Karena itu ia mengimbau kepada masyarakat agar tidak perlu khawatir jika pinjol melakukan pengancaman, karena sudah masuk ranah hukum dan pihak berwajib bisa mempidanakan.

"Jadi pernah orang melapor kepada kami (OJK Malang) tapi kalau fintech ilegal ini kami tidak mengetahui keberadaan nya dimana, siapa ownernya. Kalau fintech yang benar itu jelas kami mengetahui lengkap semua. Nantinya penegak hukum juga kesulitan melacak keberadaan fintech ilegal itu, karena lokasinya ada yang berpusat luar negeri," paparnya mengakhiri.

Baca Juga : Pulihkan Ekonomi Kota Malang, Pemkot Bakal Bentuk Satgas Ini

Sebelumnya, OJK juga telah melakukan penindakan 2 ribuan fintech ilegal dengan memblokirnya. Rata-rata yang diblokir adalah investasi ilegal maupun layanan pinjaman online ilegal.

 

Topik
pinjol ilegal Pinjaman Online Ilegal Otoritas Jasa Keuangan financial technology fintech ilegal pengawasan OJK

Berita Lainnya

Berita

Terbaru