Hari Batik Nasional, Paguyuban Batik Kalosa: Batik Itu di Canting, Bukan di Printing

Oct 02, 2020 15:25
Paguyuban Batik Kalosa saat menggelar acara Fashion Street Batik Karlos 2020 di Karangploso, Jumat (2/10/2020). (Foto: Dok. JatimTimes)
Paguyuban Batik Kalosa saat menggelar acara Fashion Street Batik Karlos 2020 di Karangploso, Jumat (2/10/2020). (Foto: Dok. JatimTimes)

MALANGTIMES - Dalam memperingati Hari Batik Nasional yang jatuh pada tanggal 2 Oktober 2020, membuat pecinta, pencanting dan pembuat batik tulis yang berada di kawasan Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, mengkampanyekan "Batik Itu Di Canting, Bukan Di Printing".

Para pecinta, pencanting dan pembuat batik tulis di wilayah Kecamatan Karangploso juga pada momentum Hari Batik Nasional 2020 ini melaunching paguyuban baru yang bernama Paguyuban Batik Kalosa.

Baca Juga : Begundal Lowokwaru : Underground Malang Diperhitungkan di Tingkat Nasional

Ketua Paguyuban Batik Kalosa, Ita Fitriyah, menjelaskan, bahwa dengan dibentuknya paguyuban tersebut akan lebih mudah mengayomi masyarakat yang bergerak dalam dunia perbatikan di wilayah Kecamatan Karangploso.

"Membentuk paguyuban atau perkumpulan untuk menaungi, mengayomi, membina dan merangkul pembatik-pembatik yang terkenal di seluruh Kecamatan Karangploso," ungkapnya kepada awak media, Jumat (2/10/2020).

Paguyuban Batik Kalosa yang telah terbentuk bersamaan dengan Hari Batik Nasional diharapkan membuat pembatik di wilayah Kecamatan Karangploso memiliki kemampuan yang standarnya dan telah tersertifikasi.

"Sehingga mutu kain batik tulis yang dihasilkan dapat bersaing dipasaran. Saat ini di Kecamatan Karangploso ada puluhan pembatik yang sudah bersertifikat," ujar perempuan yang juga pemilik Batik Lintang ini.

Dengan puluhan pembatik yang telah tersertifikasi tersebut, Ita -sapaan akrabnya- juga mengatakan, bahwa ingin terkenal dan maju secara bersama-sama.

"Karena pembatik di setiap desa punya hak yang sama dengan lainnya, mereka harus dirangkul dan dimajukan," tuturnya.

Dengan begitu, Ita mengharapkan dengan adanya Paguyuban Batik Kalosa yang telah terbentuk agar wilayah Kecamatan Karangploso menjadi percontohan sebagai sentra batik di Malang Raya. 

Baca Juga : Dorong Penghayat Kepercayaan Urus SKT, Disbudpar Kota Malang Lakukan Ini

Sementara itu, terkait kampanye "Batik Itu Di Canting Bukan Di Printing" yang diselenggarakan oleh Paguyuban Batik Kalosa pada 2 Oktober 2020, dilaksanakan dengan start di Kantor Kecamatan Karangploso.

"Berawal dari Kantor Kecamatan Karangploso dengan tema 'Fashion Street Batik Karlos 2020' dengan catwalk menuju alun-alun Karlos yang diikuti sekitar 20 peserta," jelasnya.

Secara bersamaan pelaksanaan 'Fashion Street Batik Karlos 2020' juga menjadi sebagai agenda dalam menunjukkan eksistensi para pembatik di wilayah Kecamatan Karangploso di tengah pandemi Covid-19.

"Tak mau larut dalam pandemi Covid-19, pembatik-pembatik di Kecamatan Karangploso menjadikan Hari Batik Nasional sebagai tonggak bersama-sama untuk bangkit menuju kemakmuran," pungkasnya.

Topik
kampanye batikpaguyuban batik kalosahari batik nasionalpembatik karangploso malangberita Kabupaten Malang hari ini

Berita Lainnya

Berita

Terbaru